TNI-Al Dan Polair Kupang Tidak Membiarkan Rumpon

   Kupang, jurnalsumatra.com – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang Brigjen TNI (Mar) K Situmorang mengatakan pihaknya senantiasa memantau perairan di wilayah NTT dan tidak membiarkan rumpon dipasang di perairan NTT.
“Pada dasarnya kita tidak pernah berkonspirasi dengan siapapun yang melanggar aturan, karena ini (memasang rumpon) sudah dilarang oleh pemerintah pusat,” katanya di Kupang, Senin.
Brigjen Situmorang menyampaikan pernyataannya berkaitan dengan penemuan 19 rumpon oleh Tim Survei Migas dari Kementerian ESDM di selatan pulau Timor, NTT pada Jumat (9/3) pekan lalu.
Komandan berbintang satu tersebut mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya dibantu oleh kapal-kapal perang dari Armada Timur selalu memantau perairan NTT dan selama patroli tidak  menemukan rumpon yang sudah dilarang dipasang di perairan laut .
Lantamal VI Kupang tidak memiliki kapal yang memadai untuk menyisir seluruh wilayah perairan NTT ini, apalagi di tengah cuaca yang tidak bersahabat di bulan-bulan sekarang ini.
“Pada intinya kita mendukung program pemerintah. Kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan ilegal dan melanggar hukum sudah pasti akan kami amankan,” tuturnya.

Penemuan sejumlah rumpon oleh pihak Migas itu memacu Lantamal VII Kupang untuk lebih fokus dalam menyisir perairan NTT dan membersihkan rumpon-rumpon serta menangkap nelayan-nelayan yang membawa alat tangkap tak ramah lingkungan jika menemukannya.
Senada dengan komandan Lantamal VII Kupang, Dirpolair Polda NTT Kombes Pol Dwi Suseno mengatakan bahwa pihaknya juga melarang nelayan-nelayan di NTT melanggar regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Ia mengatakan pihaknya berterimakasih kepada tim survei Migas karena dengan perlengkapan yang sangat bagus mampu menemukan rumpon yang dipasang oleh nelayan-nelayan itu.
“Tetapi tidak pernah ada konspirasi membiarkan rumpon-rumpon terpasang, karena merupakan pelanggaran hukum,” katanya
Tim survei minyak dan gas (Migas) dari Kementerian ESDM mengamankan sebanyak 19 rumpon tanpa izin yang terpasang di wilayah perairan selatan Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Adapun belasan rumpon liar yang diamankan itu terpasang di sekitar koordinat 10 13’525″ LS – 125 10’406 BT” sebelah selatan Pulau Timor.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × five =