TNI Kuat Bersama Rakyat, Rakyat Sejahtera Bersama TNI

MASIH ingat dengan tema HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat merayakan ulang tahun ke 72, dengan tema TNI kuat bersama Rakyat? Bahkan Panglima TNI kala itu mengatakan jika “Rakyat adalah ibu kandung dari TNI”, jadi tak heran jika TNI rela ke pelosk desa demi kebaikan serta mensejahterakan rakyat.

Seperti halnya yang dilakukan TNI dengan adanya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), untuk diketahui ini merupakan salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Seperti halnya di Ogan Komering Ilir (OKI) TNI bersama pemerintah dan masyarakat dalam rangka TMMD ke-101 tahun 2018 yang menyasar Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai OKI Provinsi Sumatera Selatan dirasa sangat tepat, karena wilayah ini memang terisolir dan sulit dijangkau lantaran berada di kawasan perairan dan berbatasan dengan kabupaten lain.

Bahkan untuk menuju ke Desa tersebut, rombongan TNI dan pemerintah daerah harus melalui provinsi Lampung untuk menemui, dengan waktu tempuh 7 jam perjalanan darat, 15 menit dengan kendaraan laut (speed boad, red).

TMMD yang dimotori oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan fisik saja, tetapi sebenarnya lebih mengedepankan non fisik seperti halnya baksos dengan mengadakan sunatan massal serta berobat gratis. Dimulai pada tanggal 4 April 2018 dan berakhir 5 Mei 2018 mendatang, yang tentunya sangat disambut baik oleh masyarakat Desa Sungai Ceper.

Adapun dalam baksos tersebut, dalam sunatan massal pihak TNI bekerjasama dengan tim medis dari kesehatan OKI telah menerima sebanyak 71 pendaftar sunat gratis.

“Ya untuk saat ini telah ada 71 anak yang telah didaftarkan dalam sunatan massal ini ,” ungkap Suajaya salah satu mantri yang turut dalam baksos tersebut.

Dirincikannya, adapun baksos baksos sunatan massal, imunisasi defteri, program kb kesehatan, pelayanan kb gratis, pos layanan kesehatan, pengobatan gratis, yang berlokasi di dusun 5 Sungai Ceper OKI.

Pantauan wartawan di lokasi, yakni poskotis TMMD ke 101 2018 kodim 0402 OKI dengan tema percepatan pembangunan meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat, sangat diikuti antusias oleh masyarakat baik yang ingin berobat dan yang hendak menyunat anaknya.

Seperti halnya diungkapkan Alamsyah (55) kepada wartawan mengatakan, jika dirinya sangat senang dengan adanya TMMD ini, menurutnya program TNI ini memang sangat membantu dan dirasakan oleh masyarakat, seperti halnya pembangunan masjid dan jalan yang merupakan wujud fisik yang sangat bermanfaat bagi masyarakat baik secara agama serta secara memudahkan transportasi masyarakat desa Sungai Ceper, bukan untuk ke desa lain bahkan antar dusun dalam pedesaanpun sulit, seperti halnya jalan yang saat ini telah dibantu oleh TNI yakni menghubungkan desa dengan dusun daratan desa Sungai Ceper.

“Kami sangat merasakan apa yang telah diperbuat TNI dalam program TMMD ini, untuk itu kami sangat berterima kasih kepada TNI yang rela datang dari jauh ke desa yang pelosok ini,” tergas Alamsyah.

Selain kegiatan fisik untuk mempercepat pembangunan di desa itu, sebagai salah satu wujud upaya membantu Pemerintah Kabupaten OKI dalam melaksanakan pemerataan infrastruktur pedesaan di wilayah pelosok, kegiatan non fisik yang dilakukan pun sangat berperan penting guna merubah stigma negatif yang disandang desa Sungai Ceper.

Karena, selama ini desa Sungai Ceper sudah dikenal publik merupakan sebuah desa yang dihuni oleh para ‘jabalan’ (berandalan -red). Tak jarang juga masih dianggap primitif, lantaran cenderung menjadi sorotan karena senjata api rakitan (senpira) dan menggunakan ‘klenik’ atau cara kuno untuk mencelakai musuhnya. Mulai dari adu tembak hingga racun.

Namun semua itu ternyata tidak seutuhnya benar, apalagi di era modern saat ini. Terbukti, berbagai kegiatan TMMD yang diinisiasi Kodim 0402/OKI bekerjasama dengan pemerintah daerah rupanya disambut baik dan justru dinantikan oleh masyarakat Desa Sungai Ceper OKI sejak sekian lama. Dengan demikian, image negatif sebagai kampung senpira dan klenik pun terbantahkan.

“Apa yang dinilai publik hingga kini bahwa penduduk Desa Sungai Ceper rata-rata pengrajin senpira, itu terlalu berlebihan. Sebab, sebenarnya hanya dilakukan oleh segelintir oknum. Namun karena oknum tersebut berasal dari desa ini, akhirnya nama desa yang terkenal atas senpiranya,” kata salah satu warga Desa Sungai Ceper, Alamsyah, di sela kegiatan upacara peresmian pembukaan TMMD yang dilaksanakan di lapangan SD Negeri 1 Sungai Ceper, Rabu (4/4/2018).

Dan mengenai kabar racun yang sering digunakan untuk mencelakai siapapun lantaran warga disini dianggap sulit bersosialisasi dengan orang luar, masih kata Alamsyah, itu juga tidaklah benar. Terbukti, saat ini belum pernah ada orang yang datang khususnya dengan niat baik ke desa ini terkena racun, terutama melalui makanan dan minuman yang mereka konsumsi.

Pengecekan lokasi pembangunan jalan sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan dusun 5 dan dusun 8 Desa Sungai Ceper.

Terpisah, Kepala Desa Sungai Ceper, Kaharno, SH juga mengatakan, baik atas nama masyarakat maupun pribadi, ia sangat berterima kasih. Apalagi kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya terbantu bahkan Lebih terbantu. Karena sejak 15 tahun sebelumnya, belum pernah ada program seperti ini. Makanya, masyarakat antusias berkumpul dan berbondong-bondong mensukseskannya.

“Dinanti – nanti masyarakat, khususnya berkaitan dengan faktor ekonomi mereka. Apalagi dalam program TMMD ini semua kegiatannya kan gratis, jadi masyarakat memang mengharapkan program-program dari pemerintah maupun lainnya yang seperti ini,” ujar Kaharno dengan raut wajah sumringah.

Atas adanya program TMMD, lanjut Kaharno, tentunya ia berharap desa kami akan lebih maju, lantaran selama ini memang jauh dari kemajuan. Oleh karena itu, khususnya bagi Pemerintah Daerah Kabupaten OKI maupun dinas-dinas terkait agar lebih memperhatikan dan memikirkan desa tertinggal seperti Desa Sungai Ceper ini.

“Kami tidak bisa pungkiri jika banyak yang menganggap Desa Sungai Ceper ini jelek. Tetapi yang jelas kedepan kami akan memperbaiki diri agar lebih baik lagi. Untuk luas wilayah desa ini sekitar 40,76 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 5.300 jiwa,” tandas Kaharno menegaskan.

Memantau pelaksanaan sosial kemasyarakatan, salah satunya sunatan massal di Balai Desa Sungai Ceper.

Terpisah, usai membuka secara resmi program TMMD ke-101 tahun 2018, Sekretaris Daerah (Sekda) H Husin, S.Pd, MM saat diwawancara menuturkan, TMMD ini sudah direncanakan sejak awal pemerintah daerah bekerjasama dengan Kodim 0402/OKI. Tujuannya, dalam rangka melibatkan semua stakeholder bersama-sama membangun Kabupaten OKI untuk percepatan pembangunan.

“Support kita selaku pemerintah daerah baik material dan in material, dalam artian mungkin dukungan dana dari APBD akan kita sediakan untuk kegiatan-kegiatan dalam program TMMD ini. Yang mana prioritasnya fisik dan non fisik. Fisik ya pembangunan jalan serta infrastruktur masjid. Sedangkan non fisik berupa kegiatan sosial kemasyarakatan seperti sunatan massal, pengobatan gratis serta lainnya,” jelas Sekda.

Sementara itu, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Seprianizar, S.Sos menjelaskan, dalam TMMD ini sendiri, ada 2 kegiatan yang dilaksanakan yaitu fisik dan non fisik.

Untuk fisik, kita akan membangun jalan penghubung antara dusun 5 dan dusun 8 Desa Sungai Ceper sepanjang 10 kilometer dengan lebar 5 meter. Kemudian rehab masjid, karena masjid ini sejak lama dibangun tetapi sudah 25 tahun belum selesai-selesai. Dan mudah-mudahan akan kita selesaikan sebelum ditutupnya TMMD.

“Untuk non fisik, kita akan melaksanakan ada 32 kegiatan. Mulai dari kegiatan olahraga berbentuk perlombaan yang memasyarakat dan memboming di Desa Sungai Ceper ini, sampai dengan penyuluhan yang dibantu oleh instansi terkait. Dalam hal ini ada dari Pertanian, Dinas Kesehatan, BKKBN, BNNK dan instansi lainnya yang bisa mensinkronkan kegiatannya selama kami berada di Desa Sungai Ceper,” jelas Dandim.

Suasana kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan di Balai Desa Sungai Ceper.

Lanjut Dandim, kenapa dipilih Desa Sungai Ceper, karena Sungai Ceper ini, mohon maaf yang pertama terisolir. Yang kedua, sudah sangat lama tanpa kita sentuh masyarakatnya. Yang ketiga, image atau persepsi masyarakat diluar sana tentang Sungai Ceper, mohon maaf agak negatif. Nah sekarang sudah kita rasakan sendiri betapa ramahnya masyarakat Sungai Ceper. Sebenarnya mereka tidak diajak saja oleh kita-kita yang sudah duluan lebih maju.

“Kalau berbicara tentang pembangunan infrastruktur tentunya sudah kewenangan lintas sektoral, namun khususnya dalam pembangunan karakter kami berupaya dalam TMMD ke-101 ini dititikberatkan pada kegiatan non fisiknya. Dimana kami mau menghilangkan stigma dulu, dan kembali mengajak untuk bersama-sama membangun karakter ataupun ketertinggalan wilayah ini,” tegas Dandim. (ata)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − three =