TNI/Polri Kerja Bakti Bersama Di Kampus IAIN

Ambon, jurnalsumatra.com –  Aparat TNI bersama Polri dari unsur Brimob bersama anggota Polda Maluku melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama berupa pembersihan lingkungan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang dilanda bendana tanha bergerak.

  “Anggota TNI dan Polri yang terlibat sebanyak 151 personel dalam kegiatan kerja bakti bersama tersebut,” kata Karo Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Rabu.

  Sebanyak 151 personil ini terdiri dari unsur anggota TNI 60 personil dan Polri sebanyak 91 personil melaksanakan kerja bakti bersama di kampus IAIN Kebun Cengkeh Ambon yang rusak akibat tanah bergerak.

  Bencana ini telah mengakibatkan dua unit bangunan mengalami kerusakan berat dan tidak layak dilakukan aktvitas.

  Sedangkan untuk 91 personil Polri terbagi atas unsur brimob 30 personil, Ditsamapa Polda Maluku 30 personil dan Polres Ambon 31 personil yang melakukan kerja bakti bersama sejak pukul 09:00 WIT.

  “Kerja bakti bersama ini merupakan Sinegritas TNI Polri dalam membantu serta melayani masyarakat,” ujar Kabid Humas.

  Pascabencana tanah bergerak yang mengakibatkan rusaknya gedung perpustakaan IAIN Ambon dan kini merusak satu bangunan lainnya, Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk membahas persoalan tersebut dan mencari solusi terbaik.

  Kapolda mengharapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi agar mengambil langkah cepat mengatasi bencana tanah bergerak di sekitar kampus hijau tersebut.

  Rakor tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Teguh Sarwono dan para pejabat utama Polda, Rektor IAIN Ambon DR. Hasbollah Toisuta, Kepala BPBD, Kadis PU, Kepala PLN, Kepala BMKG, Kakansar Ambon, Sekot Ambon dan perwakilan Ketua MUI Maluku.

  Bencana tanah bergerak menimpa gedung pusat perpustakaan yang berada di samping gedung Rektorat IAIN Ambon sehingga mengalami kerusakan parah dan nyaris runtuh.

  Kapolda juga menawarkan pihak BPBD agar melihat struktur bagunan, memperkuat struktur tanah, menghadirkan tenaga ahli serta melakukan penelitian lebih lanjut.

  “Kami berharap agar titik ini menjadi titik terakhir dan tidak ada lagi bencana alam di Maluku,” ujarnya. (anjas)