Tokoh Dukung Pembangunan Kembali Sekolah Terbakar Banti

     Timika, jurnalsumatra.com – Tokoh masyarakat Amungme di Kabupaten Mimika, Papua, Thomas Wanmang mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membangun kembali sekolah-sekolah yang beberapa waktu lalu dibakar oleh kelompok kriminal separatis bersenjata.
“Saya kira itu langkah yang sangat bijaksana yang diambil oleh pemerintah. Bagaimanapun sekolah SD-SMP di Banti itu harus dibangun kembali. Pemerintah bisa bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk membangun kembali sekolah itu. Kasihan, anak-anak di sana sekarang tidak bisa bersekolah,” kata Thomas di Timika, Rabu.
Pada Selasa (24/4), Mendikbud Muhadjir Effendi meninjau gedung SD-SMP Negeri Banti serta Rumah Sakit Waa-Banti yang kini tinggal menyisahkan puing.
Mendikbud menuju lokasi itu menggunakan angkutan helikopter.
Setelah mengunjungi Banti, Mendikbud melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Lembah Aroanop untuk meninjau SD Inpres Aroanop.
Sejumlah guru yang bertugas di SD Inpres Aroanop baru-baru ini mengalami tindakan kekerasan fisik, psikis bahkan pelecehan seksual oleh anggota KKSB.

Dalam kunjungan ke Banti itu, Mendikbud menjanjikan akan segera membangun kembali sekolah di Banti.
“Tahun ini akan kita bangun kembali dengan dana sepenuhnya dari pusat. Tidak dari PT Freeport Indonesia, kita usahakan bantuan langsung dari pemerintah pusat,” katanya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadyah Malang itu mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan untuk sekaligus bersama-sama membangun kedua fasilitas pelayanan dasar kepada masyarakat di Banti itu.
Fasilitas sekolah maupun rumah sakit tersebut rencananya akan dibangun di lokasi yang sama sebelum kebakaran.
“Kita akan bersinergi dengan kementerian kesehatan karena rumah sakitnya juga dibakar. Kami sudah mengontak pihak Kementerian Kesehatan, kami sepakat agar nanti kita bangun bersama-sama. Nilai anggaran yang dibutuhkan belum kita hitung, tapi yang pasti seluruhnya dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Pembangunan sekolah dan rumah sakit di Banti, katanya, tidak bisa dilepaskan dengan perlu adanya jaminan keamanan jika berkaca dari peristiwa-peristiwa sebelumnya di lokasi itu.
Rencananya, Pemkab Mimika bekerja sama dengan PT Freeport akan membangun pos keamanan TNI-Polri di Banti 1, Banti 2, termasuk pos pemantau di beberapa kampung di sekitar itu.
Menurut Mendikbud, agar penyelenggaraan pendidikan di Banti maupun Aroanop bisa berlangsung maksimal, maka perlu adanya dukungan keamanan yang memadai.
“Tentu saja kita tidak mungkin membangun tanpa ada jaminan keamanan. Nanti saya akan bicara langsung dengan Panglima TNI, kita bersinergi satu sama lain. Rencana kita akan membangun pos pengamanan yang lebih strategis, dengan personel yang lebih besar di tempat itu,” ujarnya.(anjas)

 

Leave a Reply