“Trastuzumab Subkutan” Obat Kanker Minim Efek Samping

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Obat kanker payudara “Trastuzumab Subkutan” bisa menjadi alternatif dari obat Trastuzumab Intravena karena minim efek samping dan waktu yang lebih singkat dalam pengaplikasian.
Dokter Hematologi-Onkologi Medik Rumah Sakit Kanker Dharmais Dr dr Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM di Jakarta, Rabu, mengatakan metode pemberian trastuzumab subkutan lebih cepat dan tidak invasif.
“Trastuzumab subkutan menghemat waktu pelayanan perawat spesialis kanker dan farmasi rumah sakit. Dengan demikian ada peluang yang lebih baik, praktis, hemat waktu yang bermanfaat bagi pasien,” kata Nugroho.
Bila pemberian trastuzumab intravena dilakukan melalui suntikan infus dan memakan waktu 30 hingga 90 menit, pemberian trastuzumab subkutan hanya perlu 2 sampai 5 menit.
Direktur Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Dr Diah Ayu Puspandari Apt, M.Kes mengatakan pemberian trastuzumab subkutan bisa mengurangi waktu tunggu pasien tanpa berinteraksi dengan klinisi sebanyak 26 persen dan waktu penanganan oleh klinisi sebanyak 58 persen.
Berdasarkan kajian yang dilakukannya, rumah sakit juga bisa mendapat keuntungan dalam penghematan biaya perawatan hingga 35 persen per pasien setiap tahunnya. Diah menerangkan penhematan tersebut dihitung berdasarkan biaya langsung.

    Perawat dari Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya Zr Musrini yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun menangani pasien kanker mengungkapkan trastuzumab subkutan sangat-sangat membantu pasien maupun tenaga kesehatan dalam proses pengobatan.
Selain pemberian trastuzumab yang tidak perlu melakukan rawat inap terlebih dahulu, Musrini mengatakan pemberian traztuzumab subkutan tidak berpotensi menyebabkan bengkak atau luka.
Musrini menyatakan pemberian trastuzumab intravena bisa menyebabkan ekstravasasi yaitu obat kanker yang keluar melalui luka.
Trastuzumab intravena memerlukan campuran cairan di farmasi dan perlu dicampur dalam cairan infus yang kemudian akan disuntikan pada pembuluh vena pasien. Namun pemberian trastuzumab subkutan diberikan melalui injeksi di paha bagian atas.
Penggunaan trastuzumab subkutan juga tidak meninggalkan sisa dosis untuk pengobatan berikutnya seperti trastuzumab intravena.
Trastuzumab subkutan yang merupakan produk dari Roche saat ini sudah tersedia di Indonesia setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018.
Persetujuan atas trastuzumab subkutan ini adalah berita yang sangat baik untuk pasien karena dengan formulasi ini proses pemberian obat secara keseluruhan menjadi lebih cepat karena waktu pemberian obat yang jauh lebih singkat.
Selain juga menghemat sumber daya tenaga kesehatan, meningkatkan kapasitas penanganan pasien, dan menghemat biaya operasional rumah sakit, kata Direktur Medis Roche Indonesia Binay Swarup.
Untuk saat ini baru trastuzumab intravena yang sudah masuk dalam formularium nasional dan dijamin dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan.
Roche sedang mengupayakan trastuzumab subkutan untuk masuk ke dalam formularium nasional agar bisa digunakan sebagai obat bagi peserta BPJS Kesehatan. Trastuzumab subkutan juga diklaim lebih murah dibandingkan trastuzumab intravena.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =