Trio Indonesia Akhirnya Raih Emas Di Senayan

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Trio pemanah putri Indonesia mampu mempersembahkan medali emas nomor tim compound pada turnamen uji coba Asian Games 2018 di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, setelah menang atas Taiwan.
Rina Siska Sari, Yurike Nina Bonita, dan Triya Resku Andriyani mampu mengumpulkan skor 220, sedangkan tim Taiwan yang digawangi I-Ju, Ching dan Yo-Shuan hanya mampu mengumpulkan skor 211.
Emas yang diraih trio srikandi ini adalah yang pertama untuk Indonesia.
Meski menang, bukan perkara mudah bagi trio srikandi Indonesia meraih prestasi tertinggi pada turnamen ujicoba ini karena sang lawan bahkan mampu dominan pada awal perlombaan.
Tim Taiwan unggul 57-54 di gim pertama, pada gim kedua sama kuat 57-57. Gim ketiga trio srikandi Indonesia harus kembali tertinggal dengan skor 54-57. Beruntung pada gim keempat trio Taiwan kurang beruntung karena hanya mengemas 40 poin, sedangkan Indonesia mampu meraih skor 55.
Jika trio srikandi mampu meraih emas, kondisi berbeda di tim compund putra. Rizaldi Akbar Yoke, Rindarto Muhammad dan Didi Nugroho Garrincha hanya mampu meraih medali perunggu setelah di partai penentuan mampu mengalahkan tim Thailand.

    Dengan tambahan dua medali ini, tim Indonesia mampu mengumpulkan satu emas, dua perak dan dan perunggu. Peluang untuk tambahan medali tetap terbuka karena ada satu pemanah yang lolos ke final yaitu Riau Ega Agata yang turun di nomor Individual recurve.
Hasil terbaik di nomor tim compoud putri ini sesuai dengan prediksi pelatih tim panahan putri, Nurfitriyana Saiman. Sebenarnya, untuk recurve juga diharapkan mampu menjadi yang terbaik. Namun, kondisi di lapangan hanya meraih medali perak.
“Hasil test event ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Apalagi turnamen ini juga ajang pemantauan untuk membentuk tim inti Asian Games 2018,” kata Nurfitriyana saat dikonfimasi sebelumnya.
Terkait belum maksimalnya nomor recurve, salah satu trio srikandi yang meraih medali perak Olimpiade 1988 ini akan belum sepenuhnya menguasai lapangan. Apalagi lapangan di komplek Gelora Bung Karno ini baru saja direnovasi.  Selama ini panahan berlatih di Surabaya.(anjas)

Leave a Reply