UAD Launching Wirausaha Mahasiswa

Yogyakarta, jurnalsumatra.com –  Untuk menguatkan lagi usaha yang telah dirintis agar dikembangkan lagi yang diharapkan bisa berkembang dan sukses.

“Hal ini agar bisa menjadi contoh bagi mahasiswa UAD lainnya tentang pentingnya wirausaha dan bisa dikembangkan jadi startup,” kata Dr Abdul Fadlil, MT, Wakil Rektor III UAD, dalam acara peluncuran empat wirusaha mahasiswa UAD: Dokakido, CV Majuindo, In-Clip dan Carijamu, di Kampus Utama UAD Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan Abdul Fadlil, usai peluncuran itu diharapkan bisa lebih menguatkan bagi usaha yang telah dirintis mahasiswa. “Usaha tersebut bisa berkembang, maju, sukses dan menghasilkan pendapatan bagi mahasiswa,” kata Abdul Fadlil.

Selain itu, usaha ini bisa menjadi percontohan bagi mahasiswa lain. Ke depan diharapkan bisa tumbuh kelompok-kelompok mahasiswa yang mendirikan usaha. “Saya berpesan agar mahasiswa tidak terlalu asyik dengan wirausahanya dan lupa kuliah,” kata Ahmad Fadlil.

Seperti dijelaskan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, Dr Dedi Pramono, M.Hum, peluncuran wirausaha mahasiswa ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan kampus entrepreneur. 

Selama ini, UAD juga telah mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti mata kuliah kewirausahaan.

“Selain itu, Bimawa terus melakukan pembinaan terhadap mahasiswa untuk berwirausaha, yang tujuannya tidak hanya memenangkan lomba, tapi mahasiswa benar-benar memiliki usaha dan menguntungkan,” kata Dedi Pramono.

Ke depan, UAD akan menjadi university entrepreunership, yang akan muncul ide-ide kreatif yang baru. “Pengembangan wirausaha mandiri melalui kelompok baru kewirausahaan akan dikembangkan mahasiswa UAD Yogyakarta,” jelas Dedi Pramono.

Launching kelompok wirausaha mahasiswa UAD ini diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berwirausaha mandiri.

Pada tahun 2018/2019 ada 4 tim yang didanai Ristekdikti dan satu tim lolos timnas. Semuanya adalah tim yang sudah mapan.  Terlebih saat ini ada tim kewirausahaan Dahlan Muda UAD Yogyakarta. 

Edukasi dan marketplace herbal jamu Indonesia lewat carijamu.com. Juga ada Maju Indo Engineering, informasi kliping (in-clip) dan Dokakido.

Dari sisi akademik dan non-akademik harus menciptakan entrepreunership. Dan semua prodi punya tim kewirausahaan yang spesifik melalui PKM Center.

Upaya pengembangan kewirausahaan itu menggairahkan mahasiswa secara non-akademik melalui model kewirausahaan. Nantinya akan menggairahkan dan memperbanyak kelompok wirausaha di masa depan.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berharap kepada mahasiswa untuk melakukan usaha-usaha kecil. Oleh karena dari yang kecil akan menjadi besar.

Kenapa berwirausaha? Salah satu sebabnya adalah jumlah lulusan sekolah tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. 

Oleh sebab itu, UAD juga mengembangkan kurikulum enterpreneurship atau kewirausahaan. “Kewirausahaan tersebut bahkan telah masuk dalam mata kuliah khusus dengan perhitungan tiga sistem kredit semester,” katanya 

Dalam mata kuliah kewirausahaan ini, mahasiswa diperkenalkan tentang dunia usaha dan seluk-beluknya. 

Melalui langkah ini UAD ingin menggugah mahasiswa untuk memiliki greget berwirausaha setelah lulus nanti.

Selain melalui mata kuliah, UAD juga melakukan pelatihan khusus kewirausahaan ketika mahasiswa memasuki tingkat akhir. Dan untuk mengenalkan dunia kerja, UAD juga membuka program student employment.

Melalui program itu, mahasiswa tingkat akhir diseleksi untuk ditempatkan bekerja di unit-unit kerja milik UAD. Ini disebabkan jumlah wirausaha di Indonesia saat ini baru 0,24 persen dari jumlah penduduk yang ada.

Padahal, di negara maju jumlah enterpreneur tersebut sudah lebih dari dua persen. Ini masih sangat kecil. “Kita masih butuh 4,4 juta wirausaha lagi untuk mendorong bangsa ini maju,” jelasnya.

Karenanya, melalui langkah tersebut UAD berharap bisa menambah jumlah wirausaha di Indonesia. Dan diharapkan mahasiswa dapat menciptakan lapangan kerja.

Saat ini UAD Yogyakarta menjadi satu di antara tujuh kampus yang menjadi rujukan perguruan tinggi berwawasan kewirausahaan. 

Rujukan itu tidak hanya sebatas di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM),  tetapi juga kampus-kampus lain: negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Terlebih saat ini di UAD Yogyakarta ada Kantor Urusan Bisnis (KUBI) yang menaungi seluruh unit kewirausahaan di UAD dan untuk peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa. 

Seluruh unit kewirausahaan sekarang juga menjadi satu dan terkoodinir di KUBI UAD sehingga tak lagi terpecah-pecah.

Saat ini mahasiswa yang lulus diharapkan tidak mencari pekerjaan, namun mahasiswa dapat menciptakan pekerjaan, mengembangan ide, gagasan dan inovasi yang dapat menghasilkan.

Di UAD juga ada Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK), yang merupakan suatu program dengan misi menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus. 

PPK melaksanakan pembinaan kepada tenant melalui pelatihan manajemen usaha dan sejumlah kegiatan kreatif lainnya untuk menghasilkan wirausaha baru yang berbasis iptek bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang terkait pengembangan kewirausahaan, baik di dalam maupun di luar kampus.

Mahasiswa UAD diharapkan memiliki wawasan yang cukup dan kemampuan serta kemauan untuk berwirausaha sejak masih aktif sebagai mahasiswa.

Dijelaskan Danang Sukantar, MPd, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD, saat ini UAD bertekad untuk meningkatkan jumlah startup bisnis dari mahasiswa. 

“Sebagai solusi era industri 4.0 yang dituntut kemandirian bagi generasi milenial,” kata Danang Sukantar.

Kelompok-kelompok bisnis generasi muda, menurut Danang Sukantar, harus terus ditingkatkan dengan memberikan mereka pelatihan-pelatihan, pendampingan dan pendanaan untuk permodalan startup bisnis yang mereka bangun.

Danang juga merasa sangat bangga dan salut kepada mahasiswa yang tidak mencari pekerjaan, tetapi berusaha menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha.

Dokakido merupakan wirausaha mahasiswa untuk membantu petani kakao di Dusun Gumawang, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, yang mengolah kakao petani menjadi aneka makanan kecil.

CV Majuindo Engineering merupakan sebuah startup rintisan di bidang teknologi robotik dan manufaktur, yang didirikan untuk memecahkan permasalahan saat ini: game online. Juga membuat sebuah robot edukasi, trainer praktikum, dan starter kid pembelajaran arduino.

In-Clip merupakan wirausaha untuk memanfaatkan buku, koran bekas, majalah dan penerbitan bekas lainnya untuk diambil artikel yang bermanfaat, kemudian dikliping untuk disebarkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sedang carijamu.com merupakan platform edukasi penyedia konsultasi online dan e-commerce yang fokus pada herbal dan jamu Indonesia. (Affan)