UMI Bantu Rehabilitasi 30 Rumah Desa Binaan

    Makassar, jurnalsumatra.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memberikan dana bantuan rehabilitasi sosial pada 30 rumah tidak layak huni (RS-RLTH) di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai bagian emplementasi kerjasama dengan kementerian sosial.
Rektor UMI Prof Dr Masrurah Mokhtar di Makassar, Selasa, mengatakan khusus untuk hari ini memfokuskan bantuan ke sejumlah warga di Kabupaten Takalar.
“Kami awali penyerahan bantuan di Kabupaten Takalar. Program bantuan ini sendiri saya istilahkan rutilahu  dengan menyerahkan dana bagi 10 warga yang kurang mampu di tiga kabupaten,” katanya.
Adapun tiga kabupaten yang masuk sebagai sasaran bantuan dari program 2017 itu yakni Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa.
Ia menjelaskan program rumah tidak layak huni (rutilahu) ini program tahun  2017 dan merupakan tahun kedua yang dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Takalar, Jeneponto dan Gowa dengan menempatkan di tiga desa binaan UMI.
Setiap desa terdiri atas 10 warga yang akan mendapatkan program dengan biaya setiap program bantuan untuk setiap warga sebesar Rp15 juta sehingga 10 warga di Desa Sanrobone Takalar mendapatkan Rp150 juta.
Demikian juga di Desa Gunung Silanu Kab.Jeneponto yang juga Desa binaan UMI mendapatkan 10 warga dengan masing-masing biaya perbaikan Rp.15.000.000.
“Hal ini juga berlaku di Desa Borisallo Kab Gowa yang juga desa binaan UMI juga diperuntukkan 10 warga yang akan mendapatkan bantuan masing-masing Rp15 juta Untuk bantuan dana rutilahu keseluruha  berjumlah Rp450 juta” ujar Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia Sulsel ini.
Rektor mengatakan bahwa program desa sejahtera mandiri merupakan program pemerintah dengan melibatkan perguruan tinggi dalam pendekatan percepatan penanganan kemiskinan terpadu yang ditandai dengan MoU.

    Peran Perguruan Tinggi  dalam hal ini UMI sebagai mitra Kemensos RI berperan sebagai inisiator dan pelaku  berdasarkan potensi dan kapasitas yang dimiliki.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak dasar, mewujudkan kemandirian masyarakat dan mensinergikan berbagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial  untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan mewujudkan kemandirian masyarakat serta mempercepat penurunan kemiskinan desa, ujar Ketua Umum BKS PTIS ini
Sementara BupatiTakalar Syamsari mengapresiasi dan terima kasih atas perhatian bantuan dan dukungan UMI dengan wujud nyata program peningkatan kualitas masyarakat di Kab. Takalar khususnya Desa  Sanrobone Kecamatan Sanrobone sebagai desa binaan UMI dalam berbagai program.
Diantaranya pendidikan dengan menghadirkan pondok pesantren Mizanul Ulum UMI di Sanrobone, program sosial ekonomi, kesehatan dan lainnya hal ini tidak terlepas dari wujud nyata  UMI sebagai PTS yang memiliki kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan firman Allah sebaik baik manusia atau lembaga ketika memiliki kemanfaatan untuk orang lain.
Syamsari menambahkan pula kemitraan yang dilaksanakan UMI dengan kemensos khususnya program Desa Sejahtera Mandiri memiliki motivasi dan  pengaruh positif serta  strategis  dalam meningkatkan kesejahteraan sosialnya.
“Saya berharap peran UMI dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat tetap berlanjut dan mungkin bisa juga didesa lain di wilayah Kabupaten Takalar,” ujar Syamsari.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − five =