UMKM Palembang Diimbau Gunakan Bahan Baku Berkualitas

Palembang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mengimbau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah itu menggunakan bahan baku berkualitas dalam memproduksi barang dan makanan.

“Penggunaan bahan baku berkualitas sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dan menjamin tidak mengganggu kesehatan ketika digunakan atau dikonsumsi masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda di Palembang, Kamis.

Selain itu, pihaknya selalu berupaya mengingatkan pelaku UMKM penghasil produk makanan dan minuman untuk tidak menggunakan formalin, boraks, pewarna tekstil, dan bahan kimia berbahaya lainnya dalam membuat produk tersebut.

“Makanan dan minuman yang dihasilkan UMKM sekarang ini masih ditemukan menggunakan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, permasalahan ini menjadi perhatian serius untuk segera diselesaikan guna melindungi warga kota,” ujarnya.

Untuk melindungi warga Palembang agar tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya, pihaknya rutin menurunkan tim dari Dinas Kesehatan bersama petugas BPOM ke pasar tradisional dan modern.

Produk yang paling sering ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya, seperti tahu, mi, dan kwetiau. Produk makanan yang dihasilkan dari industri rumah tangga itu ditemukan ada yang menggunakan formalin dan boraks sebagai pengawet.

Pedagang yang menjual makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya itu diberikan peringatan keras, sedangkan produsennya diberikan peringatan dan pembinaan, dan produknya disita untuk dimusnahkan.

Ia mengharapkan pedagang dan produsen yang telah diberikan peringatan dan pembinaan tidak lagi menjual makanan yang tidak sehat dikonsumsi.

“Jika dalam kegiatan pengawasan berikutnya mereka ditemukan tetap menjual makanan dengan bahan berbahaya tersebut akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum,” katanya.

Pemkot Palembang mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing agar bisa berkembang dan menghasilkan produk berkualitas yang aman digunakan dan dikonsumsi.

“Guna memotivasi pelaku UMKM menghasilkan produk berkualitas dan sehat, pihaknya berupaya meningkatkan program bantuan dan pembinaan yang telah berjalan dengan baik selama ini,” kata dia. (anjas)