UMY Adakan Government Gathering Agar Potensi dan Sumber Daya Meningkat

Yogyakarta – jurnalsumatra.com – Government gathering dengan tema strategi inovatif dan kreatif pemerintah dalam menghadapi era disruptif diadakan Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa (20/11/2018) di Lantai 3 Asri Medical Center (AMC), Jl HOS Cokroaminoto 17 Yogyakarta.

Kegiatan itu untuk memberikan kesempatan berdialog serta bekerjasama antar Pemda dengan civitas akademika UMY. Bagaimana kemudian UMY dengan keunggulan dan keahliannya mampu bekerja sama untuk meningkatkan potensi dan sumber daya yang ada di daerah.

Kerjasama yang dijalin antara Pemda dan UMY meliputi hal-hal di bidang sosial dan perekonomian: KKN, produk, ide atau jasa yang dinilai membantu meningkatkan perekonomian lokal dan nasional. Juga mengembangkan potensi daerah dan bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang dialami suatu daerah.

Maka, dengan semangat untuk terus berkreasi dan berinovasi, dalam tajuknya be creative and inovatif, acara ini dilakukan.

Di depan Hj Andi Aslam Patonangi, SH, MSi (Bupati Pinrang), H Junaedi, SH, MM (Bupati Pemalang), Drs Indartato, MM (Bupati Pacitan), Suka Harjono, S.Sos, MSi (Wabup Sorong), Drs H Sutedjo (Wabup Kulonprogo), Drs Trisaktiyana, MSi (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY), Ir H Azman Latif (Asisten Ekonomi dan Pembangunan Gunung Kidul), Sri Winoto, SH (Asisten Administrasi Umum Setda Klaten), Drs Totok Sudarto, MPd (Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Masyarakat Bantul), Drs M  Wuryanto, MM (Asisten Administrasi dan  Kesejahteraan Rakyat Setda Purworejo), Rektor UMY Dr Gunawan Bidiyanto, MP, mengatakan, disruptive era atau 4.0 era merupakan sebuah masa yang amat menantang.

“Sekaligus memberi peluang besar bagi kita,” tandas Gunawan Budiyanto, yang menambahkan era yang mendorong kita lebih efisien, efektif dan inovatif dari sisi bisnis serta organisasi.

Bagi Rektor UMY, tuntutan zaman ini juga yang harus disikapi dengan cepat oleh pemerintah daerah sebagai core unit dari pembangunan negara dan umat yang berkemajuan.

“Semoga kemajuan teknologi dan peluang dari disruptive era ini, mampu menjadikan kita sebagai komponen utama bangsa Indonesia dapat lebih mengambil peran,” kata Gunawan Budiyanto, yang menerangkan UMY dan Pemda sebagai mitra sejajar akan lebih mampu mendorong bangsa yang berkemajuan serta inovatif demi kemaslahatan umat.

Di sisi lain, Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional, Eko Priyo Purnomo, M.Res, PhD, mengatakan, era revolusi industri 4.0 ditandai dengan perubahan di berbagai bidang, yang memiliki dampak luas terhadap kondisi sosial, ekonomi dan budaya di dunia.

“Peran dan keterlibatan pemerintah daerah dituntut untuk selalu mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Eko Priyo Purnomo.

Kerjasama antara Pemda dengan perguruan tinggi, menurut Eko Priyo Purnomo, merupakan suatu isu yang harus diperhatikan saat ini. “Mengingat peranannya dalam menentukan perekonomian lokal maupun nasional,” papar Eko, yang menerangkan saat ini ada 55 produk dan jasa UMY.

Tantangan itu, bagi Eko, harus dijawab dengan cepat oleh semua elemen. “Agar pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah mampu tercapai dengan baik, yang pada akhirnya pertumbuhan ekonomi di daerah itu merupakan cerminan dari pertumbuhan ekonomi nasional,” papar Eko Priyo Purnomo.

Menurut Eko, acara itu bisa menjadi suatu kegiatan yang akan menunjang kesuksesan bagi banyak pihak, khususnya bagi Pemda yang bekerjasama dengan UMY: Bantul, Bojonegoro, Ogan Ilir, Sleman, Boyolali, Berau, Purworejo, Kebumen, Yogyakarta, Kulonprogo, Gunung Kidul, dan Pemalang.

Seperti disampaikan Prof. Achmad Nurmandi, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional UMY, hasil dari kegiatan ini dapat lahir banyak transaksi yang bisa menjadi sebuah terobosan baru, yang lahir dari Pemda untuk kemanfaatan luas.

Untuk memperkuat komitmen antarpara pihak, baik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan juga Pemerintah Daerah yang hadir, melakukan deklarasi untuk sama-sama menggali, mengembangkan dan memaksimalkan setiap potensi yang ada dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

Di samping itu, khusus untuk Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sorong, akan menindaklanjuti kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan bersama-sama menandatangani Nota Kesapahaman yang berpusat pada potensi daerah dan pengembangannya.

Selain diskusi potensi daerah masing-masing, dalam acara itu juga digelar pameran dan exhibisi untuk inovasi yang sudah berkembang dari setiap daerah dan juga prodi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, baik produk barang maupun jasa dari Pemda dan Program Studi serta Fakultas dari UMY untuk memperkenalkan produk inovasi dan unggulannya masing-masing. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 13 =