UMY Gelar Taiwan Higher Education Fair


Bantul, jurnalsumatra.com –  Saat ini orang banyak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik itu di dalam maupun di luar negeri. Tapi, terkadang akan muncul beberapa keraguan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri seperti biaya dan juga permasalahan lingkungan, khususnya bagi seorang muslim.

Berkaitan hal itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Asia University Taiwan — melalui kegiatan Taiwan Higher Education Fair — memberikan informasi kuliah murah dan ramah bagi muslim untuk mereka yang berminat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Untuk memfasilitasi pelajar di Indonesia dalam mewujudkan keinginannya melanjutkan pendidikan di luar negeri — khususnya di Taiwan — untuk kali kedua sejak 2017 UMY sampaikan informasi kuliah dan biaya hidup yang terjangkau — sekitar 150 USD per bulan — di Sportorium Kampus Terpadu UMY, Rabu (24/4/2019), diikuti 15 institusi pendidikan di Taiwan.

“Hal itu menjadi kabar baik bagi mahasiswa di Yogyakarta dan warga Muhammadiyah untuk mendapatkan manfaat dari kolaborasi dua negara ini,” terang Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP selaku Rektor UMY.

Bagi Gunawan, pemerintah Taiwan menyediakan banyak beasiswa. “Salah satunya untuk mahasiswa Indonesia, baik itu di tingkat vokasi, sarjana, dan pascasarjana,” kata Gunawan didampingi Ms. Grace Ou (TETO Jakarta Representative), Dr Ying Huei Chen (Dean of International College, Asia University), Dr Michael JK Chen (President Shih Chien University), Tien-hsin Li (Vice President Wu Feng University) dan Prof Dr Achmad Nurmandi, M.Sc (Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional).

Taiwan Higher Education Fair, seperti dijelaskan Dr Ying Huei Chen, dapat menjadi peluang bagi generasi muda Indonesia untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan kualitas yang sangat baik. 

“Biaya kuliahnya murah, begitu juga biaya hidup yang murah,” jelas Ying Huei Chen yang menambahkan biaya hidup setahun di Australia bisa buat tujuh tahun di Taiwan.

Ya, universitas di sana juga memiliki restoran halal dan banyak tempat ibadah (mushola) di kampus. “Jadi mereka sangat memperhatikan muslim di sana,” tandas Ying Huei Chen, yang menambahkan universitas di Taiwan kualitasnya sangat baik, begitu pula lingkungan pendidikannya ramah muslim.

Saat ini, ada sekitar 11.800 orang pelajar Indonesia yang berada di Taiwan. Dan itu menjadi kedua terbanyak setelah Malaysia.

Diterangkan Rektor UMY, di Asia University ada kantor Muhammadiyah. “Jadi kami dengan Asia University memiliki koneksi yang sangat baik,” kata Gunawan. 

Asia University menawarkan banyak beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dengan biaya SPP yang murah. 

Di Taiwan memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik karena hampir semua dosennya memiliki gelar Ph.D dari Amerika Serikat, United Kingdom, Australia dan Jepang. 

Tidak di Yogyakarta saja kegiatan Taiwan Higher Education Fair ini dilaksanakan, tapi juga digelar di Surabaya dan Malang. 

Dalam kegiatan itu didukung Taipei Economic and Trading Office (TETO) yang kerap bekerjasama dengan UMY. Dan, TETO memiliki peran besar dalam memberikan banyak beasiswa untuk pelajar Indonesia. (Affan)