UNPAD Sampaikan Belasungkawa Musibah Jatuhnya Lion Air

Bandung, jurnalsumatra.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) turut menyampaikan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin pagi di sekitar perairan Karawang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari 181 korban, empat di antaranya merupakan alumni dari Unpad.
“Unpad turut berduka cita yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air. Dari informasi awal yang kami terima, terdapat beberapa alumni Unpad yang namanya masuk dalam daftar penumpang pesawat tersebut,” kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Ade Kadarisman, melalui keterangan tertulis, Senin.
Dia mengatakan, empat korban yang merupakan alumni Unpad tersebut yakni Vivian Hasnah Afifah Fikom angkatan 2013, Rivandi Pranata fakultas hukum angkatan 2008, Dicky Jatnika fakultas hukum angkatan 2000, dan M Lutfi Nurramdhani FIKOM angkatan 2011.
Menurutnya, Unpad sedang melakukan konfirmasi kembali kepastian korban tersebut melalui Direktorat Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad serta berkoordinasi dengan Ikatan Alumni (IKA).
“Rektor Unpad, Prof Tri Hanggono Achmad juga mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini,” kata Ade.
“Semoga semua penumpang dapat segera ┬áditemukan kembali serta seluruh keluarga penumpang senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” tandasnya.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak selama tiga jam pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E.
Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB.
Sindu mengatakan pilot sempat meminta kembali ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Pilot sempat meminta ‘return to base’ sebelum akhirnya hilang dari radar,” katanya.(anjas)

Leave a Reply