UPT BPOM Dibangun Di Morotai

     Ternate, jurnalsumatra.com –  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan dibangun di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) untuk memaksimalkan pengawasan obat dan makanan di daerah perbatasan itu.
“Pembangunan UPT BPOM di Morotai itu merupakan salah satu dari 40 UPT BPOM yang akan dibangun pemerintah di seluruh Indonesia pada 2018,”kata Kepala BPOM Malut, Syahrina di Ternate, Selasa.
Morotai menjadi prioritas pembangunan UPT BPOM dari sepuluh kabupaten/kota di Malut, karena daerah itu merupakan daerah perbatasan yang rawan peredaran obat dan makanan ilegal dari negara tetangga.
Menurut dia, BPOM Malut memiliki keterbatasan sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan langsung di Morotai secara maksimal, karena lokasinya jauh dari Ternate, sehingga pembangunan UPT BPOM di sana merupakan solusi terbaik.

BPOM Malut selama ini ketika melakukan pengawasan di Morotai sering menemukan peredaran obat dan makanan, termasuk kosmetik ilegal, seperti tidak memiliki izin edar dan tidak terdaftar di BPOM, yang sebagian di antaranya merupakan produk dari negara lain.
Ia mengatakan, letak geografis kabupaten/kota di Malut yang umumnya berada di wilayah kepulauan idealnya memiliki UPT BPOM masing-masing, namun untuk saat ini belum bisa diwujudkan secara keseluruhan karena keterbatasan anggaran pemerintah.
Oleh karena itu diharapkan adanya peran aktif masyarakat dengan cara ikut mengawasi peredaran obat dan makanan di daerah masing-masing dan jika menemukannya segera menginformasikannya kepada BPOM Malut agar bisa dilakukan langkah penyitaan.
Syahrina juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu selektif ketika membeli produk obat dan makanan, baik dipasar tradisional maupun pusat perebelanjaan modern dengan cara mengecek izin edarnya, tanggal kedaluarsanya dan kondisi kemasannya.(anjas)

Leave a Reply