Uskup: Kondisi Kesehatan Masyarakat Asmat Rendah

    Jayapura, jurnalsumatra.com – Uskup Keuskupan Agats, ibu kota Kabupaten Asmat Mgr Aloysius Murwito mengatakan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua masih rendah kualitasnya, khususnya dedikasi petugas di lapangan.
“Dalam kunjungan saya ke sejumlah kampung sering dijumpai petugas puskesmas pembantu tidak di tempat. Sementara hubungan antara kampung dan puskesmas jauh dan hanya bisa ditempuh dengan transportasi air,” kata Aloysius ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Selasa.
Aloysius mengatakan, tidak ada jalan darat di Asmat. Kebijakan yang bagus dari pimpinan daerah sering kurang maksimal dilaksanakan di kampung karena dedikasi petugas dan juga alat komunikasi yang amat kurang, katanya lagi.
“Belum ada jaringan komunikasi antarkampung dan pusat kampung kecuali dua pusat distrik,” ujarnya lagi.
Menurutnya, makanan yang bergizi juga kurang, sayuran terbatas. Tidak setiap hari dapat ikan. Karena itu, gizi ibu kurang dan air susu ibu menjadi kurang kualitasnya. Anak-anak kena dampaknya, ujarnya.

“Di daerah Asmat ini saya kira sekitar 40 persen kondisi kesehatannya masih di bawah standar normal,” ujarnya lagi.
Dia mengatakan, program imunisasi belum menjangkau setiap anak di kampung, kini terkena wabah campak menyerang anak-anak. Hal ini menandakan kondisi kesehatan semakin kritis.
Ia menuturkan, distrik-distrik yang dekat dengan pusat kabupaten, masyarakatnya nampak lebih sehat karena lebih mudah dapat uang dari penjualan ikan dan kesadaran akan hidup sehat lebih baik.
Tetapi, masyarakat yang hidup di kampung-kampung di pedalaman yang minim akses, lebih sulit dalam mengelola hidup sehat.
“Waktu saya pimpin ibadah hari Minggu lalu, di Ewer Dekat Agsts, nampak anak-anak lebih sehat dan ceria,” ujarnya.
Ia menambahkan, data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, dari 23 distrik yang ada, positif kena campak dengan jumlah jiwa sebanyak 471 anak, sedangkan anak yang meninggal karena campak sebanyak 59 orang.(anjas)

Leave a Reply