Utusan Khusus Presiden RI Bertemu Menlu Botswana

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Utusan Khusus Presiden  Joko Widodo  untuk pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 Hassan Wirajuda bertemu dengan Menteri Luar Negeri Botswana, Pelonomi Venson-Moitoi, untuk memperkuat kerja sama bilateral.
Pertemuan tersebut dilakukan di Botswana pada Senin (12/3), demikian keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu.
Melalui Menlu Botswana, Utusan Khusus telah menyampaikan Surat Presiden Joko Widodo kepada Presiden Botswana terkait pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.
Menlu Botswana memuji kedekatan bilateral Indonesia dan Botswana dan mengharapkan peningkatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact). Selain itu, Menlu Botswana juga mengatakan bahwa Botswana dapat belajar banyak dari Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Hassan Wirajuda menekankan bahwa stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Botswana memungkinkan kedua negara untuk menjajaki lebih banyak lagi potensi kerja sama.
Dia juga menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang pendidikan dan pelatihan, termasuk di bidang tata kelola pemerintahan yang baik.

Hubungan Indonesia dan Botswana telah terjalin erat sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 2012. Peningkatan kerja sama sektoral terus dilakukan, antara lain pada kunjungan pejabat tinggi Botswana ke Indonesia dan sebaliknya.
Kedua negara juga mempunyai hubungan yang baik dalam berbagai forum internasional. Perwakilan Indonesia untuk Botswana berkedudukan di Pretoria, Afrika Selatan. Sementara perwakilan Botswana untuk Indonesia berkedudukan di Canberra, Australia.
Botswana memiliki pendapatan per kapita sekitar 6,924 dolar AS dengan penduduk 2,25 juta jiwa dan memiliki keunggulan di bidang pertambangan khususnya intan, pengolahan hewan ternak, dan tekstil.
Botswana memiliki peran penting di kawasan Afrika bagian selatan. Sebagai pendiri South African Development Community pada 1992, Botswana juga menjadi tuan rumah bagi markas besar organisasi tersebut.
Keberadaan diaspora Indonesia di Botswana turut memberikan andil dalam meningkatkan hubungan kerja sama bilateral.
Hubungan bilateral Indonesia dan Botswana diharapkan akan terus meningkat termasuk melalui rencana pembentukan sidang komisi bersama dan penunjukan konsul kehormatan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − two =