Veteran Kotim Prihatin Anak Bangsa Mudah Berkonflik

     Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Sekretaris Legiun Veteran Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, Syahran mengaku prihatin dengan kondisi anak bangsa saat ini karena mudah terlibat konflik dengan sesama akibat menipisnya rasa kebersamaan.
“Saya sedih melihat kondisi saat ini. Masyarakat kita mudah diadu-domba sehingga terjadi konflik dengan sesama anak bangsa. Ini harus kita perbaiki dan harus kita sadari. Jangan sampai kemerdekaan ini sia-sia,” kata Sekretaris Legiun Veteran Kabupaten Kotawaringin Timur, Syahran di sela peringatan Hari Pahlawan di Sampit, Jumat.
Syahran mengatakan, perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah di masa lalu, sangat berat. Namun kondisi saat ini, menurutnya juga tidak kalah berat karena ancaman yang datang tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam negeri sendiri.
Seringnya terjadi konflik di sejumlah daerah, menunjukkan persatuan, kesatuan dan kerukunan saat ini mulai terganggu. Masyarakat cukup mudah terprovokasi sehingga terlibat konfilk dengan sesama, bahkan terkadang hanya disebabkan masalah yang seharusnya bisa dengan cepat diluruskan.
Perbedaan SARA atau suku, agama, ras dan antargolongan, sering dimunculkan secara vulgar dan dipertentangkan sehingga memicu konflik. Fenomena ini sangat memprihatinkan karena bisa dimanfaatkan pihak lain untuk menghancurkan kekuatan persatuan rakyat Indonesia.
Masyarakat diimbau kembali melihat sejarah bagaimana rakyat Indonesia di masa penjajahan, bersama bahu-membahu berjuang tanpa pamrih.

     Perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan tidak pernah menjadi masalah atau dipermasalahkan karena semua menyadari pentingnya toleransi dan kebersamaan untuk kepentingan bersama.
“Dulu itu perbedaan suku, agama, ras dan perbedaan lainnya itu justru menjadi kekuatan. Rakyat dari seluruh suku dan agama berjuang bersama menjadi satu kekuatan sehingga berhasil mengusir penjajah sehingga kemerdekaan berhasil diraih. Ego pribadi harus dihilangkan,” kata Syahran yang dulu tergabung dalam Armed 3 Magelang.
Secara khusus Syahran mengajak rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk memperkuat persatuan. Masyarakat diimbau jangan mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persatuan. Perbedaan harus dijadikan kekuatan besar untuk memelihara dan membangun daerah dan bangsa.
Veteran yang pernah bertugas di Timor Timur pada 1975 silam ini juga mengajak masyarakat bersama-sama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Narkoba menjadi salah satu bentuk penjajahan baru yang dapat menghancurkan bangsa karena narkoba sangat merusak kualitas generasi penerus.
Kotawaringin Timur merupakan salah satu daerah yang sangat tinggi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Masyarakat harus bersama-sama memerangi agar peredaran barang haram tersebut bisa dibasmi.(anjas)

Leave a Reply