Visi Misi Para Paslongub Tidak Mengangkat Isu Perempuan

Palembang, jurnalsumatra.com – Direktur Women Crisis Center (WCC)  Yenni Roslaini menilai dari visi dan misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018-2023 belum ada satupun yang mengangkat isu perempuan. Padahal peran perempuan sangat penting di semua sektor termasuk pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan Yenni Roslaini dalam seminar Membedah Visi dan Misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018-2023 dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional dengan tema Sejauh Mana Memperhatikan Perempuan  Khususnya Terkait Hak Kesehatan Perempuan dan Penghapusan Diskriminasi Perempuan di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (23/3/2018).

Yenni Roslaini mengungkapkan, pihaknya tidak melihat visi dan misi yang disampaikan pasangan calon (paslon) Cagub dan Cawagub yang mengangkat isu perempuan. Padahal banyak persoalan yang menyangkut perempuan misalnya pendidikan, kesehatan, ekonomi dan keadilan. Namun tidak ada yang secara spesifik mengangkat isu tersebut.”Oleh sebab itu kita ingin melihat dari kacamata organisasi perempuan lain, ternyata kita melihat hal yang sama,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Yenni, pihaknya akan memberikan rekomendasi ke KPU dan paslon agar memasukan persoalan yang dihadapi perempuan. “Siapapun yang terpilih, kita ingin program kerjanya memperhatikan perempuan. Pasalnya, peran perempuam sangat penting disemua sektor termasuk pembangunan,” katanya.

Menurunya, kalau perempuan tidak masuk dalam agenda kerja dalam mengatasi masalah perempuan, maka mau jadi apa Sumsel kedepan. Kalau perempuan tidak dipikirkan dalam mengatasi masalahnya.

“Sebagai contoh kekerasan terhadap perempuan di Sumsel masih sangat tinggi. Sedangkan anggaran di Biro Pemberdayaan Perempuan dibawah 0,5 persen dari APBD. ” Jadi tidak ada upaya yang maksimal untuk mereka, karena anggarannya terbatas. Bagaimana mau meningkatkan kualitas perempuan kalau anggarannya tidak sampai 1 persen,” bebernya.

Menurutnya, dengan adanya rekomendasi kepada KPU dan paslon Cagub dan Cawagub, maka anggaran untuk pemberdayaan perempuan akan ditingkatkan. Sehingga rencana kerja perempuan akan lebih baik. “Dengan demikian, permasalahan perempuan bisa teratasi,” tandasnya.

Sementara itu, peserta seminar dari Kenten Laut bernama Dahlia mengungkapkan, sebagai ibu rumah tangga dirinya menginginkan sosok pemimpin yang tidak hanya memberikan janji-janji tapi bukti. “Jangan banyak janji, kita ingin program yang mereka ucapkan dapat realisasikan. Misalnya, program sekolah gratis, harus benar-benar gratis. Jangan lagi minta sumbangan dengan siswa. Selain itu, kita ingin sosok pemimpin yang jujur dab berpihak pada masyarakat bawah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Tika. Pegawai BKKBN ini menuturkan, dirinya menginginkan sosok Gubernur yang mampu membenahi Sumsel lebih baik lagi dari bidang ekonomi, kesehatan, dan perbaikan infrastrktur jalan. “Kalau bisa jalan di Sumsel ini mulus terutama jalan di perbatasan. Jalan di Sumsel sekarang masih jelek, malu kita dengan provinsi lain seperti Bengkulu dan Lampung karena jalannya sudah bagus. Jalan menuju rumah saya di Tegal Binangun masih jelek, semoga Gubernur yang akan datang bisa memperbaiki,” pungkasnya (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 20 =