Viu Dukung Berkembangnya Industri Perfilman Indonesia

YOGYAKARTA, jurnalsumatra.com – Sebagai pemimpin layanan video-on-demand premium, Viu berkomitmen penuh untuk menghadirkan konten terbaik untuk Viuers (pengguna Viu) melalui drama dan film berkualitas tinggi.

Dalam upaya menghasilkan karya berkualitas tinggi, Viu mendukung berkembangnya industri perfilman nasional, dengan memberi kesempatan bagi para filmmaker berbakat dalam mendapatkan bimbingan dan mewujudkan mimpi mereka.

Untuk itu, Viu menggelar Viu Pitching Forum (VPF) dan serangkaian kegiatan dialog film bersama Nia Dinata (produser dan sutradara) dan Myra Suraryo (Head of Marketing  & Ad Sales Viu Indonesia) pada Jum’at siang (23/3/2018).

Dialog film “Viu Pitching Forum” meliputi Media Q & A dan dialog film. Adapun Viu Pitching Forum digelar di Sleman Creative Space, Gedung J & H, Kompleks Taman Kuliner Condong Catur, Sleman.

Seperti disampaikan Riska, Fortune PR Jakarta, penyedia layanan video-on-demand Viu terus memperkaya fitur guna mampu menggaet banyak pelanggan.

Belum genap setahun hadir di Indonesia, Viu mengklaim penetrasi pasarnya tidak hanya mencapai 9 kota besar di Indonesia. “Tapi hingga ke kota lapis kedua,” tandas Riska, Rabu (21/3/2018).

Sementara itu, disampaikan Myra Suraryo (Head of Marketing dan Ad Sales Viu Indonesia), rata-rata Viuers — sebutan pelanggan Viu — menghabiskan durasi 3 jam dalam sehari untuk menonton konten film. “Yang kebanyakan berasal dari Asia,” tandas Myra Suraryo.

Bila ditotal, aplikasi itu berhasil ditonton lebih dari 25 ribu jam setiap bulan di Indonesia. Dan, Myra mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menghibur jutaan masyarakat Indonesia melalui konten Asia terbaik dengan menghadirkan pengalaman pengguna berkualitas tinggi.

“Kami akan terus berusaha keras untuk membawa layanan berkualitas tinggi kepada Viuers,” ujar Myra.

Dijelaskan Myra, Viu dibangun di atas teknologi dynamic adaptive transcoding technology yang dipatenkan oleh Vuclip.

“Teknologi ini memanfaatkan pengalaman delapan tahun Vuclip dalam menyediakan pengalaman hiburan streaming video on demand untuk pasar negara berkembang,” papar Myra lagi.

Pengalaman ini, seperti dikatakan Riskaz untuk editorial dan kurasi konten agar mudah ditemukan dan dinikmati.

Saat ini, Viu tersedia di 13 negara termasuk Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Dan, Indonesia menyumbang 2 juta pelanggan sejak Viu hadir Mei 2017 lalu.

Viu menonjolkan layanan freemium, yang artinya konsumen memiliki akses terhadap konten secara gratis selama berjam-jam. Bila pelanggan ingin upgrade ke layanan premium, mereka harus merogoh kocek Rp 30 ribu setiap bulan yang meliputi layanan bebas iklan serta akses penayangan konten film yang lebih cepat ketimbang versi tidak berbayar. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − eight =