Wabup Gorontalo Utara Gagas Kawasan “Car Free Day”

Gorontalo, jurnalsumatra.com – Wakil Bupati  Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Thariq Modanggu, menggagas penerapan kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di jalan utama depan kantor bupati setempat.

  “Kita mengadopsi kegiatan yang sudah lama dilakukan daerah lain, ditiru dan dimodifikasi sesuai kondisi daerah ini,” ujarnya, di Gorontalo, Senin.

  Hal itu dilakukan kata Wakil bupati, sebagai upaya membangkitkan perekonomian daerah di pusat ibu kota.

  “Tidak masalah kita meniru apa yang sudah dilakukan di daerah lain, sebagai upaya membangkitkan perekonomian daerah sebab kawasan car free day sangat berdampak pada hidupnya sektor riil yang mayoritas dilakoni masyarakat pemilik usaha kecil,” ujarnya.

  Ia mengaku, gagasan itu akan diusulkan ke Bupati Indra Yasin, melalui forum evaluasi program dan kegiatan pemerintah daerah yang intens digelar.

  “Nantinya, akan ada rutinitas car free day dua kali dalam sebulan pada libur akhir pekan,” ucapnya.

  Kawasan car free day ditargetkan di jalan utama lintas Sulawesi di depan kantor bupati, menuju pertigaan Molingkapoto hingga jalan bebas hambatan “by pass” yang ada di kompleks rumah dinas pejabat eselon II di area blok plan Molingkapoto.

  Jalur by pass tersebut akan dijadikan pusat kawasan olah raga, seperti jalan pagi dan beragam olah raga ringan serta hiburan rakyat.

  Pemkab pun akan menata kawasan car free day agar bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi berjualan makanan dan minuman ringan serta kue-kue tradisional.
  Seluruh aparatur sipil negara (ASN) akan diwajibkan ikut dan diharapkan tidak membawa bekal dari rumah.
  Tujuannya, agar masyarakat mendapatkan pendapatan dari aktivitas perekonomian yang dihidupkan melalui kegiatan itu.

  “Pemkab berkeinginan kuat membangkitkan dan menata sentra-sentra perekonomian riil di daerah ini, diantaranya melalui kegiatan yang dirutinkan tersebut,” ujarnya.

  Ia berharap, gagasan itu mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat, termasuk para ASN untuk andil menghidupkan kegiatan yang berdampak langsung pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  Gagasan itu pun kata Wabup, sebagai jawaban atas keinginan masyarakat agar kemeriahan suasana ibu kota tetap terasa di libur akhir pekan.

  Sebab biasanya kawasan perkantoran akan sangat sepi di akhir pekan, salah satu dampak minimnya penyelenggaraan kegiatan  yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menikmati libur akhir pekan bersama keluarga di daerah ini.(anjas)