Wabup: Pengajian Dapat Cegah Aliran Sesat

Lebak, jurnalsumatra.com – Wakil bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan pengajian yang digelar Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten dapat mencegah aliran sesat dan faham radikalisme.

  “Kita mengapresiasi pengajian yang dilaksanakan FSPP itu tidak ditemukan kembali di daerah ini aliran sesat,” kata Ade Sumardi dihadapan ribuan jamaah dan ulama di Masjid Baiturrahman, Wewengkon Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak,Rabu.

  Pengajian yang digelar rutin setiap pekan itu hingga kini berjalan dengan baik untuk memberikan pengetahuan agama Islam dengan benar.

  Jamaah dapat memahami Islam bersumber dari Al Quran dan Al Hadist, sehingga dapat membentengi masyarakat dari aliran-aliran sesat maupun radikalisme.

  Sebab, agama Islam menyebarkan kebaikan, keimanan akidah dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintahnya dan menjauh larangannya.

  “Kita disadari atau tidak, ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah umat Islam Indonesia. Karena itu, melalui pengajian dapat meningkatkan ukhuwah serta persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya menjelaskan.

  Menurut Ade, penyebaran agama Islam di Indonesia yang disebarkan para wali itu tidak menimbulkan peperangan.

  Namun, ketulusan dan keikhlasan dengan budi pekerti yang dicontohkan oleh para wali tersebut, sehingga sekarang menjadi negara dengan umat Islam terbesar di dunia.

  “Tidak ada dalam sejarah, wali memaksa orang-orang di nusantara untuk memeluk Islam,” katanya.

  Lebih lanjut, wabup mengatakan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah tentu dapat menimbulkan kecemburuan bangsa lain.

  Karena itu, bangsa Indonesia dijajah oleh negara lain melalui peperangan untuk memperebutkan kekayaan alam yang melimpah tersebut, ujarnya.

  Ia meminta seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan umat dan menghindari permusuhan serta meneladani para wali yang telah membawa Islam ke nusantara dengan damai tanpa mudah diadu domba.

  “Kita yakin dengan persatuan akan membawa kesejahteraan umat,” katanya menjelaskan.

  Sementara itu, KH Itok mengatakan pengajian yang dilaksanakan rutin setiap pekan, selain membangun silaturahim juga menjaga ukhuwah Islamiyah serta mempererat persatuan dan kesatuan.

  Pengajian itu.membahas ilmu fiqh dengan kitab Fathul Mu’in yang banyak dipelajari di berbagai pondok pesantren di nusantara.(anjas)