Wabup Sama Wabup Tukar Informasi

Banyuasin, Jurnalsumatra.com – Wakil Bupati Banyuasin H Slamet SH menerima kunjungan kerja Wakil Bupati  Rejang Lebong Provinsi Bengkulu H Iqbal Bastari ,S.pd.,MM untuk bertukar Informasi mulai dari Lingkungan Hidup hingga persoalan pertanian dan perkebunan, di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2020).

Dalam pertemuan Wabup sama Wabup ini, Wabup Rejang Lebong Iqbal menyampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Banyuasin yang berhasil sebagai produsen beras terbesar nomor 4 secara nasional. 

“Selamat dan sukses buat Kabupaten Banyuasin, kami Kabupaten Rejang Lebong turut bangga, karena Banyuasin bisa mewakili Sumbagsel bahkan Pulau Sumatera di level Nasional, “katanya.  

Dikatakan Iqbal, kunjungannya dalam rangka tukar informasi terkait Lingkungan Hidup, dimana posisi Kabupaten Rejang Lebong hampir sama dengan Kabupaten Banyuasin yang banyak terdapat perkebunan.  

“Kita ingin tau, langkah-langkah Pemkab Banyuasin dalam menangani persoalan lingkungan hidup, terutama persoalan limbah perusahaan. Dengan kunjungan ini setidaknya ada bahan perbandingan kami untuk menerapkannya di daerah kami, “katanya.

Disampaikan Iqbal, bahwa Kabupaten Rejang Lebong  memiliki luas wilayah 1.515,76 km² dan populasi sekitar 257.498 jiwa. Ibu kotanya ialah Curup. Kabupaten ini terletak di lereng pegunungan Bukit Barisan dan berjarak 85 km dari kota Bengkulu yang merupakan ibu kota provinsi. 

“Jumlah kecamatan 15 dan Jumlah kelurahan 157. Jika dibandingkan Kabupaten Banyuasin, tentu kami lebih kecil, “katanya.

Wabup H Slamet kepada Wabup Rejang Lebong menyampaikan terima kasih atas kunjungan ke Kabupaten Banyuasin dan juga terima kasih atas ucapan selamat dengan keberhasilan Kabupaten Banyuasin sebagai produsen beras nasional. 

“Jujur saja pak Wabup, dukungan seperti ini menambah semangat kami untuk mengejar target menjadi nomor satu nasioanal sebagai produsen beras, guna menjaga lumbung pangan nasional, “katanya.

Dijelaskan H Slamet, peluang Kabupaten Banyuasin untuk naik peringkat ke nomor 1 produsen beras nasional masih sangat terbuka karena luas lahan yang masih dapat di maksimalkan masih sangat luas.

 “Tahun 2020 direncanakan 263.368 hektar sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga Lumbung Pangan Nasional, “katanya.

Terkait, lingkungan hidup lanjut Wabup H Slamet, bahwa Pemkab Banyuasin memiliki Dinas Lingkungan Hidup, yang tugas fungsinya untuk mengawasi, menangani dan menyelesaikan persoalan-persoalan lingkungan. 

 ” Melalui DLH ini, kami secara rutin melakukan pembinaan dan menitoring serta mengevaluasi dampak lingkungan terutama perusahaan-perusahaan ataupun masyarakat pada umumnya, “katanya.

Perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan lingkungan tambah H Slamet diberikan sanksi tegas, berupa penghentian operasi, pencabutan izin hingga sanksi pidana.

 “Sudah ada beberapa perusahaan yang ditindak, dan kita tidak kompromi kalau soal lingkungan hidup, “tandasnya. (Rilis/BIO)