Wabup Sigi : Jemaat Manfaatkan Gereja Untuk Maksimalkan Ajaran Agama

Sigi, Sulawesi Tengah, jurnalsumatra.com – Wakil Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Paulina mengimbau jemaat Gereja Bala Keselamatan (BK) Korps Dombu Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk manfaatkan gereja sebagai tempat ibadah sekaligus untuk mendalami  ajaran agama yang berdampak pada peningkatan kualitas kerukunan beragama di Sigi.

  “Gereja dan seluruh jemaat harus berperan aktif untuk merawat, menumbuhkan perdamaian di Kabupaten Sigi. Hal ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan fungsi gereja atau rumah ibadah,” ucap Paulina, di Sigi, Kamis.

  Wakil Bupati mengajak semua pihak, tokoh agama, dan jemaat untuk bersama-sama menjaga perdamaian, ketertiban dan keamanan di Sigi, dengan mengedepankan nilai-nilai agama.

  Ia meyakini bahwa, tidak ada satu agama-pun di muka bumi yang mengajarkan pemeluknya, untuk berbuat kejahatan. Sebaliknya, agama menjadi jalan hidup, menuntun manusia ke jalan yang benar dengan mengajarkan kebaikan.

  Ia mengingatkan kepada semua pihak agar tidak terpancing dengan isu-isu yang berbau SARA, atau provokasi-provokasi yang membuat umat beragama terpecah belah.

  “Semua pihak dapat menjaga persatuan dan kesatuan di antara kita sehingga tercipta keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat
  dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan dapat menanggapi semua permasalahan yang terjadi dengan bijak,” katanya.

  Ia juga mengajak jemaat Balai Keselamatan dan semua komponen masyarakat untuk dapat menyatukan tekad dan bergandengan tangan membangun serta memajukan Kabupaten Sigi demi terwujudnya Kabupaten Sigi yang maju mandiri, berbasis ekonomi kerakyatan.

  Sekretaris Umum dan Sekretaris Pelayanan Teritorial Bala Keselamatan Indonesia, Letnan Kolonel Cedric dan Letnan Kolonel, Lyn Hills mengapresiasi semua pihak yang telah membantu pembangunan gereja tersebut di Desa Dombu.

  “Dalam kurun waktu sembilan tahun sejak dilakukan peletakan batu pertama oleh Kapten Robert pada tahun 2010, gedung gereja tersebut bisa terbangun. Tentunya dalam pembangunan gereja itu banyak kendala yang dihadapi, namun karena kasih karunia Tuhan semuanya boleh terjadi,” sebutnya.(anjas)