Wabup Sleman Canangkan Sekolah Sehat Jiwa di SMPN 1 Seyegan

Sleman, jurnalsumatra.com – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mencanangkan sekolah sehat jiwa di SMP Negeri 1 Seyegan, Rabu (12/12/2018).

Pencanangan ini sebagai upaya mewujudkan peningkatan kesehatan jiwa masyarakat sejak dini. “Terlebih, tingkat emosi dan perilaku anak usia sekolah, terutama pada siswa Sekolah Menengah Pertama  perlu mendapat perhatian ekstra,” kata Sri Muslimatun.

Pencanangan sekolah sehat jiwa di SMP Negeri 1 Seyegan ini, merupakan langkah awal dalam mengurangi gangguan kesehatan jiwa pada masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah di Kabupaten Sleman.

Sekolah memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan jiwa, yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat. “Namun pada kenyataannya, peran sekolah masih sangat terbatas,” kata Sri Muslimatun, yang menambahkan  hal ini disebabkan kurikulum yang diberlakukan hanya fokus pada ranah akademik.

Wakil Bupati Sleman berharap kepada pihak sekolah untuk fokus pemberdayaan anak agar dapat berfungsi secara baik. “Karena dalam hubungan sosial belum terumuskan secara optimal,” papar Sri Muslimatun.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, mengatakan, dari hasil sampling yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terhadap 390 orang siswa usia SMP dan sederajat menunjukkan bahwa 24,62 persen atau 96 orang siswa memiliki masalah psikososial.

Hal itu, menurut Joko Hastaryo, perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan selanjutnya. “Untuk mengetahui permasalahan psikososial apa yang dialami siswa agar tepat penanganannya,” jelas Joko.

Pengembangan kesehatan jiwa di sekolah tidak berbeda dengan pelaksanaan kesehatan lainnya yang telah dikembangkan di sekolah melalui Trias UKS pada program UKS.

Usaha yang diberikan pada pengembangan kesehatan jiwa berupa bimbingan, pelatihan ketrampilan sosial dan tuntunan kepada peserta didik tentang kesehatan jiwa.

Adapun pendidikan kesehatan jiwa meliputi perkembangan fisik dan jiwa sesuai kelompok usia peserta didik, permasalahan yang dihadapi dan ketrampilan sosial dalam meningkatkan ketahanan mental agar kepribadian peserta didik dapat tumbuh dengan baik.

Sekolah Sehat Jiwa sebelumnya pernah dicanangkan pada tahun 2017 di SMPN 2 Kalasan. Dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader kesehatan sekolah yang telah mendapat pembekalan secara optimal dan berkelanjutan. Sehingga tahu dan mampu melaksanakan kegiatan sekolah sehat jiwa di wilayah sekolah masing-masing. (Affan)

Leave a Reply