Wabup Tegaskan Semua Lapak Gratis

BUAYMADANGTIMUR, OKUTimur, Sumsel, jurnalsumatra.com – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap lapak pedagang di pasar sementara Rawa Bening yang berada di lapangan Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur. Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE bersama rombongan melakukan Insfeksi Mendadak (Sidak) dan bertatap muka langsung kepada pedangang guna memastikan kebenaran adanya dugaan pungli lapak pedagang.

“Kita sengaja melakukan sidak bersama Disdagrin, Camat Buay Madang Timur, Kapolsek, Danramil dan Kasat Pol PP terkait adanya laporan masyarakat yang diduga melakukan pungli terhadap biaya lapak pedagang pasar sementara Rawa Bening, namun setelah kita turun ternyata tidak ditemukan adanya pungli tersebut. Dimana pedagang hanya dikenakan uang retrebusi kebersihan saja,” ungkap Fery.

Selain itu, Wabup menegaskan kepada semua padagang lapak yang ditempati pedagang untuk berjualan semuanya gratis dan tidak dipungut biaya apapun dari pemerintah daerah, kecuali pungutan yang sudah ada di Perda seperti retrebusi kebersihan pasar dan parkir kendaraan pedagang.

“Jika pedagang ada yang dipungut biaya lapak silahkan lapor, kita akan tindak tegas oknumnya. Saya pesankan kepada Kades dan Dinas terkait untuk melakukan pengawasan kepada pedagang agar tidak adanya pungli kepada pedagang,” jelasnya.

Dirinya berharap kepada semua masyarakat dan pedagang agar bisa bersabar dengan dipindahkannya pasar Rawa Bening ini karena lokasi pasar dalam tahap proses pembangunan agar lebih baik lagi. Sedangkan untuk menjaga keamanan dilokasi pasar masyarakat diharapkan bisa menjaga secara bersama-sama.

“Semoga dengan dibangunnya pasar Rawabening ini nantinya diharapkan proses transaksi jual beli masyarakat bisa lebih baik serta semua pedagang dan masyarakat yang bertansakasi bisa lebih nyaman,” harapnya.

Sementara, Mirsah (42) salah satu pedagang mengatakan, dirinya mengaku selama berjualan dilokasi baru ini, tidak pernah dipungut biaya selain uang kebersihan dan parkir kendaraan.

“Untuk saat ini memang belum kondusif karena kita baru pindah. Dimana sebelum pindah Pedagang sudah dibagi tempat meskipun sebagian pedagang belum memasang atap untuk mereka berjualan,” katanya.

Dirinya berharap, selama revitalisasi pasar Rawabening berlangsung, namun bisa tetap berdagang dengan aman dan kondusif, karena jika pasar aman dan kondusif pengunjung juga nyaman untuk melakukan transaksi jual beli.

“Untuk pengunjung, sebagian masih belum ada yang tahu, mungkin sehari atau dua hari nanti akan kembali normal. Serta untuk pembangunan semoga berjalan lancar sehingga tidak molor pengerjaannya,” ujarnya.

Sedangkan, Ida (12) pedagang lainnya menyampaikan, meskipun pindah lokasi namun transaksi jual beli masih seperti biasanya dan tetap rame pengunjung. “Ya harapan kita pembangunan pasar bisa rampung sesuai waktu agar pedagang lebih maju berjualan dengan bangunan yang baru, serta pembeli juga terasa nyaman saat belanja,” pungkasnya. (jek).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 4 =