Wagub Ingatkan ASN Taat Aturan Kelola Keuangan

     Manado, jurnalsumatra.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) yang mendapatkan tanggung jawab mengelola keuangan daerah dapat menaati aturan tersebut.
“Jangan lalai dalam proses perencanaan hingga penyampaian laporan pertanggungjawaban. Apabila perencanaan dan pelaksanaan tidak matang, akhirnya akrobat nyerempet-nyerempet bahaya, nekat pakai APBD dari pos lain dan akhirnya berujung dengan aparat penegak hukum,” kata Wagub Sulut itu, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa TA 2018, di Manado, Rabu.
Karena itu, dia berharap upaya pengawasan dalam pelaksanaan program dan anggaran penting dilakukan.
“Saya meningatkan terus supaya kita betul-betul punya komitmen yang jelas terhadap penggunaan dan pertanggungjawabannya baik fisik maupun administrasinya. Jangan memandang remeh, seluruh sekretaris kota/kabupaten, kepala badan pengelola keuangan daerah harus benar-benar melakukan pengawasan,” katanya pula.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut Sulaimansyah mengatakan, saat ini penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik berada pada fase penyelesaian penyaluran tahap II.
Sedangkan dana desa berada pada fase pemenuhan persyaratan untuk penyaluran tahap III.
“Rakor ini diharapkan dapat mencapai tujuan, antara lain sebagai sarana evaluasi penyaluran DAK fisik dan dana tahap I dan II TA 2018 dan penyaluran tahap III, identifikasi masalah dalam pelaksanaan dan penyaluran serta sebagai mitigasi potensi gagal salur sisa dana,” ujarnya lagi.
Dia mengatakan, pada tahun 2018 terdapat perubahan tahapan, mekanisme, dan persyaratan penyaluran.
DAK fisik tahun 2018 disalurkan dalam tiga tahap dengan skema persentase penyaluran tahap I sebesar 25 persen, tahap II 45 persen, dan tahap III sesuai dengan rencana kegiatan.
Sedangkan dana desa 2018 juga disalurkan dalam tiga tahap dengan skema penyaluran tahap 20 persen, tahap II 40 persen, dan tahap III 40 persen.(anjas)

Leave a Reply