Wagub Jatim: Anak Harus Dilatih Berpikir Positif

     Jember,jurnalsumatra.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang biasa dipanggil Gus Ipul mengajak para orang tua untuk melatih anaknya berpikir positif karena apa yang diberikan kepada anak usia 0-8 tahun sangat menentukan kemampuannya kelak.
“Usia emas bagi anak 0-8 tahun memang harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” katanya dalam sambutan pembukaan Festival Seni Anak Sholeh ke-13 yang digelar Lembaga Pendidikan Ma’arif, di Dira Park Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Kamis.
Gus Ipul berbagi keceriaan bersama ribuan anak TK dan PAUD di Jember dengan menyalami dan menyapa beberapa anak yang sedang asyik menggambar ditemani orang tuanya, bahkan sesekali berbincang ringan dan memberikan semangat kepada siswa TK dan PAUD yang mengikuti lomba mewarnai di acara tersebut.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 10 tahun terakhir memberikan beragam program bagi anak usia TK dan PAUD karena sebelumnya pemerintah hanya memperhatikan anak SD, SMP dan SMA, tapi 10 tahun terakhir ini di tingkat PAUD ada perhatian yang cukup serius,” tuturnya.

Menurutnya perhatian yang harus diberikan di antaranya dengan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, sehingga para guru PAUD dan TK akan diberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang cukup melalui pendidikan tambahan baik formal maupun pelatihan dan kursus.
“Poin kedua adalah bagaimana kedepan kesejahteraan para gurunya juga harus lebih diperhatikan karena 50 persen keberhasilan anak-anak itu ditentukan guru, kalau gurunya sejahtera dan kualitasnya mencukupi, maka anak-anak juga akan berhasil. Dari Guru hebat akan lahir murid yang hebat,” katanya.
Gus Ipul lantas mencontohkan bagaimana saat ini banyak bermunculan kiai-kiai maupun ulama besar yang cerdas dan santun. Para kiai dan ulama ini, tidak muncul secara tiba-tiba melainkan ditopang dari para guru-guru mereka yang juga cerdas-cerdas pula.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan para guru TK dan PAUD, maka sertifikasi bagi guru diharapkan juga tidak hanya mencakup guru SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Sertifikasi harus diteruskan tidak hanya SD, tapi juga sampai ke tingkat PAUD, sehingga siapapun yang dapat sertifikasi dapat tunjangan dan idak perlu jadi PNS,” ujarnya.
Masalah yang dihadapi para guru TK dan PAUD, lanjut dia, saat ini juga dialami oleh para guru tidak tetap dan guru swasta.
“Namun sekarang undang-undang sudah memungkinkan guru tidak tetap menjadi pegawai pemerintah dengan kontrak,” kata calon gubernur yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno itu.(anjas)

Leave a Reply