Wagub Sulut Ajak Pemuda Gereja Jadi Pelopor Era Milenial

Minahasa, jurnalsumatra.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengajak pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menjadi pelopor dan garda terdepan di era milenial saat ini.

  “Menilik kiprah dan karya pemuda GMIM selama ini, maka tidak bisa dipungkiri telah mampu mengisi ruang dan waktu pembangunan bangsa dan berbagai aspek pembangunan yang sesuai dengan arah tujuan GMIM,” ucap Wagub Steven pada Konsultasi Tahunan Pemuda se-Sinode GMIM di Minahasa, Jumat.

  Keikutsertaan pemuda gereja, kata dia, patut diapresiasi dan disyukuri serta menjadi motivasi segenap komponen bangsa lainnya ikut memberikan kontribusi dalam proses pembangunan daerah dan bangsa ke depan.

  Wagub mengingatkan di era millenial ini pemuda GMIM harus menjadi pelopor dan garda terdepan yang bisa menjaga etika, saling menghormati dan bertutur kata Calvinis atau Kudus.

  Wagub Kandouw menambahkan, dengan dinamisnya perkembangan dan perubahan zaman membawa tantangan dan tuntutan baru bagi segenap pemuda GMIM mengembangkan kapasitas melalui berbagai langkah yang dianggap strategis dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan yang ada.

  “Dalam konteks itulah rapat konsultasi saat ini menjadi kegiatan yang penting untuk dilaksanakan dan sangat tepat dijadikan wahana melakukan koordinasi, menyatukan visi dan presepsi, mengintropeksi dan mengevaluasi berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dan akan disusun,” sebutnya.

  Konsultasi ini diharapkan juga dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk menjalin kebersamaan dan meningkatkan kualitas pelayanan jemaat khususnya dalam berbagai kegiatan komisi pemuda GMIM, tambahnya.

  Dikatakannya di era globalisasi saat ini menjadi sebuah kemutlakkan pemuda gereja tampil sebagai sebuah organisasi yang profesional, mandiri, tangguh dan berkualitas.

  “Penampilan organisasi pemuda GMIM dengan ciri dan karakter yang khas tidak hanya dimaksudkan untuk memperjuangkan kepentingan organisasi semata-mata tetapi juga terpanggil untuk turut memikirkan, memperjuangkan dan memberikan kontribusi dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk di Provinsi Sulut,” katanya.

  Beragam upaya keras dan perjuangan terus dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti pengentasan kemiskinan, lingkungan hidup dan pengangguran serta ketahanan pangan.

  “Akan menjadi sebuah kebanggaan apabila pemuda GMIM akan tampil terdepan untuk mempelopori kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa menjadi agen-agen pembaharu yang mampu membawa perubahan yang signifikan di tengah kehidupan bergereja dan dalam pentas pembangunan,” katanya.(anjas)