Wahyu sampaikan Visi Misi

Padang, Sumbar, Jurnalsumatra.com – Terwujudnya Kabupaten Tanah Datar yang berbudaya, beraklak, maju, aman dan sejahtera yang berlandaskan ABS-SBK yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”.Hal ini disampaikan Wahyu Iramana Putra dalam visi dan misi sebagai Balon Bupati Tanah Datar Periode 2021-2026.

Wahyu IP dengan tegas menyampaikan visi nya di hadapan tim assesmen yang dipimpin kader Gerindra Syafruddin Dt. Sungguno guna membedah visi misi bakal calon kepala daerah oleh DPD Partai Gerindra Sumbar, Kamis (23/1/2020) di Kryad Hotel Padang.

Wahyu IP sangat mengharapkan sekali visi dan misi yang disampaikannya itu, dapat menjadi pertimbangan bagi panelis, selaku Bakal Calon Bupati Tanah Datar. Wahyu IP juga berharap Partai Gerindra dapat mengusungnya pada pilkada serentak 2020 mendatang.

Wahyu IP juga menyampaikan misi, mewujudkan Tanah Datar yang berbudaya, berakhlak, maju, aman dan sejahtera dalam mengedepankan ABS-SBK.

Dalam kesempatan itu, mantan Wakil Ketua DPRD Padang itu diantar puluhan kaum ibu yang menjadi pendukungnya di Padang.

Pemaparan materi visi dan misi Wahyu Iramana Putra mampu menarik simpati para panelis, dengan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan para penalis, secara singkat, padat dan berisi.

Dalam pemaparan visi misi, Wahyu juga menyampaikan, akan menjadikan Tanah Datar yang menjunjung tinggi dan melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan adat istiadat minangkabau dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

Dan dia sangat menyayangkan, selama ini Kabupaten Tanah Datar belum memiliki RT/RW. Ia mengatakan, RT/RW itu penting dilakukan sebagai landasan hukum bagi program pengembangan Tanah Datar di masa mendatang.

Selain itu, RT/RW sebagai acuan bagi pemerintah maupun masyarakat dalam pembangunan Tanah Datar. “RT/RW itu akan sinergis dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi pedoman dalam pemanfaatan ruang dalam wilayah Kabupaten,” ujarnya.Diakhir penyampaiannya, Wahyu mengatakan Bupati adalah melayani, bukan untuk dilayani. Jika memang diizinkan nantinya, ia tidak hanya akan bekerja di kantor. “Melainkan juga akan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat Luhak Nan Tuo,” pungkasnya.(Myt)