Wakasek SMAN5 Sesalkan Adanya Penyimpangan Dana

Palembang, jurnalsumatra.com – Isu yang terjadi di SMA Negeri 5 Palembang, dengan adanya penyelewengan dana yang dipergunakan untuk urusan pribadi dibenarkannya, karena beberapa orang ada yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan oleh yang berwajib tapi semua masih dalam proses dugaan tak bersalah.

Seperti dikemukan Made Suarsana selaku Wakasek Humas SMA Negeri 5 Palembang yang mengatakan “Kita sebagai warga Negara Indonesia, kalau ada pengaduan hukum ditindak lanjuti, karena kita tidak ada pilihan kecuali mengikuti proses hukum, walaupun orang itu juga tetap pada prinsip punya dugaan tak bersalah, tapi proses itu harus kita ikuti, dimintai keterangan, kita berikan keterangan apa yang kita ketahui, apa yang terjadi dan sebenarnya yang terjadi, selebihnya kita serahkan sama proses hukum, sekarang ini era keterbukaan dan transparisasi dan tidak lagi bisa untuk ditutupi.” Jelasnya.

Bicara adanya tidak transparisasi untuk penerimaan murid di sekolah ini pun di katakannya “Setahu saya proses pendaftaran sudah secara on line, belaksanaan test juga sudah benar, juga diumumkan di website dan proses undangan yang ditetapkan berdasarkan ketetapan rapat komite juga sudah benar, emang dasarnya berdasarkan dengan Mendiknas No, 75, merupakan paying hukum kita, tapi tiba-tiba ada aduan” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat, orang tua murid mengadu, pihak hukum pasti memperhatikan. Entak nanti atau semuanya itu betul atau tidak, karena sekarang ini kita dalam proses dimintai keterangan.

Diakuinya kalau dirinya sendiri tidak mengetahui, tapi yang diketahuinya akan diberitahunya “Saya akan memberikan keterangan yang saya tau dan tidak akan memberikan keterangan yang saya tidak tau” tegasnya.

Menurut para guru yang ada ditempat, kalau ketua komite sekali-kali suka kesekolah tapi tidak sering, sedangkan untuk kepala sekolahnya sendiri tadinya ada ditempat, tapi sedang keluar dan berkunjung ke SMA 17 Palembang, sama seperti yang dikemukakan oleh wakilnya, tapi tidak diketahui setelahnya. “Tadi pagi ada, tapi sekarang saya tidak tau keberadaan beliau ini, belum terlihat” ucapnya.

“Sepertinya Kepala Sekolah sedang ada tugas, seperti kemaren dia minta izin untuk umbroh dan itukah ibadah” tambahnya.

Menyikapi keadaan sekolah SMA Negeri 5 dengan adanya kejadian ini diungkapkannya “Saya prihatin, sebagai lembaga sekolah, keprihatinan saya itu tidak serta-merta bisa membuat lembaga ini menjadi bagus menjadi tidak bagus, saya berharap semoga prosesnya cepat selesai dan jangan sampai nantinya mencoreng nama lembaga sekolah ini, karena sekarang kami tidak saling sapa dan saling bertengang jadinya, kami tidak menduga akan seperti ini, tau-tau adanya pemanggilan-pemanggilan dan semua kami ikuti dan tidak dilawan karena sebagai warga Negara yang baik harus mengikuti semua proses hukum” pungkasnya. (edchan)

Leave a Reply