Walhi Sumut Minta Warga Serahkan Elang Laut

   Medan, jurnalsumatra.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara (Sumut) meminta warga yang masih memelihara elang laut atau “elang bondol” agar menyerahkan satwa dilindungi itu, kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk dilepasliarkan.
“Selain itu, masyarakat diharapkan jangan lagi menangkap elang laut, karena hewan tersebut sudah terancam mengalami kepunahan,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tariga di Medan, Rabu.
Elang Laut, menurutnya harus tetap dilindungi dan jangan lagi diburu oleh orang tidak bertanggung jawab, yang sengaja untuk mencari keuntungan.
“Pemeliharaan dan penangkapan terhadap satwa elang yang dilindungi itu, harus dihentikan dan tindakan tersebut melanggar hukum,” ujar Dana.
Ia mengemukakan BKSDA Sumut harus menertibkan pemeliharaan dan penjualan elang laut, untuk tetap dilestarikan dengan cara mengembalikan satwa itu ke habitatnya.
“Hal ini, dilakukan untuk menyelamatkan satwa langka itu yang mulai punah dan jarang kelihatan di daerah pesisir Pantai Timur Sumatera, yakni Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Langkat,” ujarnya.

Dana juga mengapreasiasi warga yang telah sadar mengembalikan elang laut peliharaan mereka itu kepada pemerintah melalui BKSDA Sumut.
Selain itu, juga mengucapkan terima kasih kepada petugas BKSDA Sumut yang merawat dengan baik dan telah melepas liarkan elang laut tersebut ke lingkungan satwa tersebut.
“Apa yang dilakukan warga dan BKSDA Sumut, merupakan komitmen untuk menyelamatkan elang laut dari kepunahan dan hal itu, harus tetap didukung,” tambahnya.
Sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, melepas liarkan tujuh ekor elang laut atau elang bondol ke alam bebas tepatnya di kawasan Suaka Margasatwa Karang Kading Secanggang.
“Pelepasan itu dimaksudkan untuk pengembangbiakkan karena sudah hampir punah,” kata Kepala BBKSDA Sumut, Sianturi.
Elang laut itu, dilepas di kawasan hutan matgasatwa Karang Gading Desa Selotong, Kecamatan Secanggang yang selama ini juga sudah dikenal sebagai hutan mangrove yang sangat luas di Kabupaten Langkat.
Hotmauli menyebutkan sebelumnya tujuh ekor elang laut ini dirawat di pusat perawatan satwa di Sibolangit Kabupaten Deli Serdang.
“Empat ekor elang laut ini diperoleh dari penyerahan warga secara sukarela,  sedangkan tiga ekor lainnya merupakan hasil penyitaan operasi. Dimana dari tujuh ekor elang bondol tersebut enam merupakan elang jantan dan satu merupakan elang betina,” jelasnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − two =