Wali Kota: Struktur APBD Banjarbaru 2018 Sehat

     Banjarbaru, jurnalsumatra.com – Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  2018 kota itu masuk kategori sehat karena belanja publik lebih besar dari pada belanja pegawai.
“APBD Banjarbaru 2018 sehat karena belanja publik lebih besar dari belanja pegawai,” ujarnya usai penandatanganan nota kesepakatan APBD 2018 Kota Banjarbaru di Banjarbaru, Kamis (30/11).
Penandatanganan dilakukan bersama Ketua DPRD Kota Banjarbaru AR Iwansyah pada rapat paripurna yang dihadiri seluruh anggota dewan dan pejabat di lingkup pemkot setempat.
Ia mengatakan APBD 2018 Banjarbaru dari sisi belanja sebesar Rp1,043 triliun yang terdiri atas belanja langsung sebesar Rp619,4 miliar dan belanja tidak langsung  Rp423,8 miliar.
“Persentase belanja langsung sebesar 61,8 persen dari total APBD, sedangkan belanja tidak langsung sebesar 39,2 persen sehingga masuk kategori sehat,” ujarnya.
Dari sisi pendapatan telah ditargetkan sebesar Rp990,1 miliar yang terdiri atas PAD diproyeksikan Rp188,2 miliar, dana perimbangan Rp693,3 miliar, dan lain-lain pendapatan Rp108,6 miliar.

     Dari sisi pembiayaan telah ditetapkan sebesar Rp53,1 miliar yang berasal dari penerimaan pembiayaan daerah berupa silpa Rp60,6 miliar dan penyertaan modal Rp7,5 miliar.
“Seluruh komponen APBD baik dari sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan sudah melalui pembahasan tim anggaran pemkot dan badan anggaran DPRD yang bekerja siang malam,” ungkapnya.
Dia mengatakan APBD 2018 mengalami defisit sebesar Rp53,1 miliar yang ditutupi melalui dana silpa tahun sebelumnya sebesar Rp60,6 miliar.
“Dana silpa tahun sebelumnya sebesar Rp60,6 miliar dikurangi alokasi pengeluaran pembiayaan daerah berupa penyertaan modal Rp7,5 miliar sehingga bisa menutupi defisit,” ujarnya.
Ketua DPRD AR Iwansyah mengatakan penetapan APBD hingga strukturnya sehat merupakan komitmen bersama pemerintah mewujudkan pembangunan bagi masyarakat.
“Kami bersama pemkot menginginkan masyarakat menikmati pembangunan yang lebih besar sehingga sepakat dana pembangunan lebih besar dibandingkan belanja pegawai,” katanya.(anjas)

Leave a Reply