Walikota Serang Minta OPD Proaktif Edukasi Politik Bagi Masyarakat

Serang, jurnalsumatra.com – Walikota Serang, Syafrudin meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk proaktif dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat, demi terjaganya kondusifitas pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Umum (Pemilu).

  “Makanya pendidikan politik ini harus bisa menciptakan kondusifitas kemudian masyarakat menjadi mengerti akan pendidikan politik. Ini memang harus dilakukan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol),” kata Syafrudin usai menghadiri penyuluhan bersama Kesbangpol Kota Serang yang bertema Perkembangan Politik Setelah Pilkada dan Pemilu di Kota Serang, Kamis.

  Syafrudin menjelaskan, dalam perbedaan sikap politik jangan sampai jadi penghambat pembangunan Kota Serang. Untuk itu masyarakat harus dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam.pemilu.

  “Artinya pendidikan politik ini sebelum pelaksanaan Pilkada atau Pemilu itu harus diberikan kepada masyarakat, karena di masyarakat banyak perbedaan, atau berbeda pendapat dan perbedaan pilihan. Itu adalah salah satu bagian dari demokrasi yang harus diciptakan kepada masyarakat,” terang dia.

  Ia mengaku, pihaknya telah berupaya membangun kesadaran politik di dalam birokrasi pemerintahannya, agar proses pembangunan di Kota Serang berjalan dengan lancar.

  “Makanya kita contohkan dulu dibirokrasi maka timbulah kesadaran masyarakat, artinya yang dulu jadi pesaing kita ajak komunikasi untuk membangun Kota Serang jadi lebih baik,” tambah Syafrudin.

  Ia berharap, tidak ada lagi yang namanya perselisihan atau permusuhan setelah Pilkada atau Pemilu, semua antara OPD dan masyarakat dapat bersinergi menjaga kodusifitas.

  “Saya kira perkembangan di lapangan juga sudah sangat bagus. Jadi tidak ada hal-hal yang tidak bagus dan yang tidak diinginkan. Intinya melihat sekarang inibkondusif,” katanya.

  Sementara Kepala Kesbangpol Serang, Alpedi mengatakan saat ini politik di Kota Serang berjalan kondusif karena masyarakatnya tidak mudah untuk di kotak-kotakan.

  “Saya melihat orang Serang ini tidak mudah untuk di kotak-kotakan atau diadu dombakan. Jadi tidak ada polarisasi itu,” ujarnya.

  Ia berharap, melalui pendidikan politik ini masyarakat Kota Serang bisa memahami hak dan kewajiban serta patuh terhadap peraturan yang ada, sehingga dapat menjaga kondusifitas.

  “Dan yang paling penting masyarakat bisa bersatu membangun Kota Serang kedepan,” kata Alpedi.(anjas)