Walkot Palangka Raya Daftarkan Honorer BPJS Ketenagakerjaan

Palangka Raya, Kalteng, jurnalsumatra.com –  Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin berencana mendaftarkan seluruh pegawai honorer yang bekerja di pemerintah kota setempat ke Badan Program Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan agar mendapat jaminan kecelakaan kerja.
“Sebelum mendaftarkan mereka ke BPJS Ketenagakerjaan, saya sudah menugaskan Asisten II Setda Kota Palangka Raya dan Kasubbag Kesra untuk menjadwalkan sosialisasi dengan mengumpulkan tenaga honorer agar mereka mengetahui mengenai hal tersebut,” kata Fairid Naparin di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat.
Pendaftaran jaminan ketenagakerjaan tersebut dilakukan untuk memberikan kesejahteraan dan melindungi pegawai honorer saat menjalankan tugasnya. Saat ini ada ribuan pegawai honorer yang bekerja di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.
Kepala daerah termuda di Kalimantan Tengah menegaskan pihaknya tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Oleh karena itulah dirinya bersama jajarannya akan mengomunikasi rencana pendaftaran jaminan ketenagakerjaan tersebut kepada pegawai honorer di lingkup pemerintah kota dengan cara sosialisasi.
“Dari ribuan tenaga honorer di Pemkot Palangka Raya, ternyata sudah ada yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan kurang lebih 750 peserta. Nanti apabila ada kesepakatan dengan tenaga honorer, tentunya akan saya daftarkan mereka secara kolektif. Pembayaran dilakukan melalui pemotongan gaji mereka yang diterima setiap bulannya,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Direktur Bidang Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan Tengah Muhammad Hasbi Assiddiqi mengatakan, jaminan ketenagakerjaan merupakan bentuk hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh apapun profesinya, termasuk tenaga honorer.
Diharapkan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pegawai honorer bekerja lebih fokus karena mereka telah dilindungi jaminan ketenagakerjaan. Selain itu, kepesertaan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para tenaga honorer tersebut.
“Sesuai dengan visi dan misi wali Kota Palangka Raya ‘Terwujudnya Kota Palangka Raya yang maju, rukun dan sejahtera untuk semua’ dapat diwujudkan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.
Sementara itu, dalam pertemuan Kamis (11/10), pihak BPJS Ketenagakerjaan memberikan kesempatan kepada Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin untuk menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp24 juta, kepada ahli waris ibu Suti Wulan Dari Ningsih, yakni salah satu guru non ASN di TPQ Al Karim yang meninggal dunia pada bulan Juli 2018, yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Santunan kematian yang diberikan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi ahli waris untuk membangun ekonomi keluarga kedepannya.  (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =