Warga Barito Selatan Terserang Demam Berdarah Dengue

Buntok, Kalteng, jurnalsumatra.com -Sejumlah warga Barito Selatan, Kalimantan Tengah terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Informasi yang berhasil dihimpun Antara, di Buntok, Jumat beberapa warga yang dirawat inap di RSUD Jaraga Sasameh Buntok karena menderita penyakit tersebut.
“Anak saya minggu lalu terkena DBD, dan setelah dirawat inap selama satu minggu di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, kondisinya sudah sehat, dan pada beberapa hari lalu sudah bisa diperbolehkan pulang ke rumah,” kata Kepala Desa Danau Bambure, Muliadi F, ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Salah seorang warga Buntok, Samsul juga menyampaikan, anak temannya juga mengalami hal yang sama, dan kondisinya sudah sehat setelah mendapat perawatan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok.
“Kami berharap kepada Dinas Kesehatan agar melakukan tindakan seperti pengasapan (Fogging) agar penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tidak meluas,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, dr Djulita K Palar mengatakan pihaknya akan melaksanakan pengasapan  di sejumlah tempat.

“Kita juga akan melakukan antisipasi terhadap penyebaran penyakit DBD menghadapi musim penghujan, dan pancaroba saat ini,” kata dia.
Pihaknya juga terus berupaya untuk menggencarkan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebar penyakit DBD.
Sejumlah kegiatan lainnya yang dilaksanakan, tambah dia, seperti menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan Pola Hidup Bersih, dan menggalakkan kampanye Gerakan 3M Plus.
“Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus merupakan salah satu upaya pencegahan DBD yang paling efektif, dan efisien, serta dapat dilakukan oleh semua masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan 3M plus tersebut yakni mengubur, menguras, menutup, dan menabur bubuk abate ke tempat penampung air, dan gerakan tersebut bertujuan mencegah berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti sebagai faktor penularan DBD.
Karena lanjut dia, membasmi jentik-jentik/larva nyamuk lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa, sebab nyamuk Aedes aegypti berkembang biak digenangan air yang bersih di sekitar lingkungan.
“Untuk pemberantasan jentik bisa lakukan berbagai cara salah satunya adalah dengan 3M Plus tersebut, dan juga menaburkan bubuk abate (abateisasi),” jelasnya.
Guna mendukung gerakan ini Bupati Barito Selatan juga sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, dan semua instansi-instansi  yang ada di Kabupaten Barito Selatan untuk melaksanakan kewaspadaan dini dalam mengendalikan, dan pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD.
“Disamping itu kami juga mengimbau agar menggalakan kembali kegiatan JUMAT BERSIH, dan membantu menyosialisasikan Pemberantasan Sarang Nyamuk kepada masyarakat,” ucapnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 3 =