Warga Berharap PT Supereme Energi Ganti Rugi Lahan

LAHAT, Sumsel jurnalsumatra.com – Permasalahan tanah warga yang diduga keras telah digusur mengunakan alat berat untuk pelebaran akses jalan PT. Superme Energi Rantau Dedap akan menemukan titik penyelesain.

Hal itu diungkapkan Saiful salah seorang warga pemilik tanah saat dibincangi jurnalsumatra.com Senin (6/8/2018) didampingi pemilik tanah lainnya, yakni Sahadi, Khairudin, Nipransyah, Mujiyono Yusuf, Hendrianto, Hendro, Nando dan Darius.

Ditambahkan Saiful, telah digelar pertemuan kedua antara warga dengan pihak PT. Superme Energi Rantau Dedap yang diwakili oleh PT. Rekind sebagai perusahaan subkon yang mengerjakan bangunan akses jalan penghubung.

“Pertemuan tersebut menyimpulkan empat poin, diantaranya salah satu poin menerangkan lahan diluar jalan yang terlindas roda kendaraan bilamana ada tanaman yang rusak akan diganti atau mendapatkan konpensasi dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Dijelaskan Saiful, sebelum ada pertemuan kedua itu, ia dan warga pemilik tanah lainnya mengadakan pematokan tanah mereka yang terlindas oleh alat berat untuk melebarkan tanah sebagai jalan tanpa seizin pemilik tanah yang sebelumnya memiliki lebar jalan tiga meter sebagai jalan irigasi.

“Selang waktu tak lama sekitar tanggal 18 bulan Juli 2018 lalu kami mengirim surat kepada PT. Superme Energi yang intinya tanah kami kena imbas limbah batu dan pasir serta debu dampak dari perbaikan dan pelebaran jalan serta penggusuran tanah tanpa izin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saiful mengatakan bahwa setelah surat dilayangkan, ada pertemuan pertama antara warga dan pihak perusahaan diteruskan langsung cek ke lokasi tanah hingga akhirnya pihak perusahaan menyodorkan formulir tuntutan masyarakat dan formulir tersebut kini telah diserahkan ke masyarakat.

“Nah, kami berharap pada pertemuan kedua ini yang dihadiri oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Agung secepatnya akan ada jawaban kembali dari pihak perusahaan untuk ganti rugi atas lahan kami yang terlindas alat berat untuk pelebaran jalan. Kalau tidak, kami akan kembali melakukan pematokan,” lugasnya.

Sementara Humas PT. Superme Energi, Gurilathan saat ditemui jurnalsumatra.com dan LSM Lingkar Merah Putih Nasional (LMPN) DPC Kabupaten Lahat di ruang kerjanya mengaku akan segera menyelesaikan permasalahan warga tersebut. (DAFRI. FR)

Leave a Reply