Warga Desa Srijabo Protes Data Penerima PKH

INDRALAYA, jurnalsumatra.com- Sejumlah warga Desa Serijabo Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendatangi kantor Kepala Desa (Kades) setempat. Kedatangan warga yang didominasi kaum ibu-ibu ini, Rabu (22/11/2017) kemarin mempertanyakan perihal data penerima bantuan tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian pusat yang dinilai oleh warga bila data penerima bantuan PKH tidaklah valid.

Karena, mereka menilai uang PKH yang diberikan tersebut, tidaklah transparan. Mengingat ada sebagian warga penerima PKH yang masuk dalam kategori keluarga tergolong mampu. Oleh karena itu, warga mempertanyakan kepada Kades setempat bernama Herian.

“Ada keluarga yang punya motor. Tapi dapat dana PKH. Kemudian, ada lansia yang anak-anaknya semua bekerja, masih dapat PKH, ada keluarga yang anaknya bersekolah, tetap dapat PKH. Sementara kami, keluarga yang tidak mampu yang hanya mengandalkan pencarian dari suami yang bekerja serabutan tidak menerima PKH. Maka dari itu, kami mempertanyakan kepada Kepala Desa, yang seperti apa yang bisa menerima dana PKH,” ujar warga setempat.

Sementara itu, Kades Serijabo Herian saat dikonfirmasi mengenai perihal tersebut, pihaknya selaku Kades dan perangkat Desa mengaku tidak begitu mengetahui permasalahan tersebut.

Lanjutnya, pihaknya hanyalah memfasilitasi data penerima PKH dari pihak Kabupaten. Kemudian, yang menentukan data penerima dana PKH sama sekali tidak melalui pihak perangkat Desa.

“Sejak beberapa bulan yang lalu, sampai sekarang memang sudah banyak sekali warga yang mengaku dari keluarga miskin yang datang ke kantor Desa. Bahkan, datang langsung ke rumah saya untuk mempertanyakan mengapa dia tidak menerima dana PKH,” Katanya.

Ia juga mengakui bila sebagian besar mayoritas penduduk Desa Serijabo didominasi keluarga yang kurang mampu. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Karena, yang menentukan data calon penerima PKH langsung dari pihak Kabupaten dan tidak melalui perangkat Desa.

“Dari hampir satu ribu penduduk Desa Serijabo, hanya 164 keluarga calon penerima dana PKH. Sisanya, banyak yang komplain kepada saya selaku Kades. Padahal, saya tidak tahu menahu darimana jumlah data sebanyak 164 calon penerima dana PKH itu,” Ujarnya.

Maka dari itu, bersama pihak Dinas Sosial Pemda Kabupaten OI dan juga melibatkanCamat Sungai Pinang Saryani beserta petugas pendamping PKH mengadakan pertemuan dengan ribuan warga di Balai Desa Serijabo Kecamatan Sungai Pinang.

Pertemuan yang membahas dana PKH tersebut, berlangsung alot dan dijaga seorang petugas Babinkamtihmas Polsek Tanjung Raja. Camat Sungai Pinang meluruskan perihal banyaknya keluarga miskin di Desa Serijabo yang tidak menerima dana PKH.

Menurut keterangan Camat Sungai PinangSaryani menegaskan, sebanyak 164 data calon penerima dana PKH di Desa Serijabo yang akan diberikan Rp 500 pertriwulan sudah didata oleh petugas khusus dari Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OI. Data diambil setelah tahun 2011 lalu.

“Itu ada petugas khusus yang mendata keluarga calon penerima dana PKH. Tidak hanya di Desa Serijabo saja melainkan Desa-desa yang lain. Petugas BPS tersebut difungsikan untuk mewawancara setiap calon keluarga penerima dana PKH. Mungkin, saat ditanyai oleh petugas, ada yang komplain, ada yang tidak welcome. Dan ada lagi, yang tidak memberikan data yang jelas. Maka dari itu, saya minta kedepan kepada warga bila nanti, ada petugas yang mendata, silahkan berikan keterangan yang sebenar-benarnya,” Terang Camat Sungai Pinang. (Edi)

Leave a Reply