Warga Desa Ulak Kerbau Baru Unjuk Rasa desak DPMD dan DPRD OI Tolak Pelantikan Kades Terpilih

OGAN ILIR, jurnalsumatra.com- Diduga Lakukan Kecurangan, Belasan Massa Warga desa ulak kerbau baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI), Lakukan Aksi Unjuk Rasa Dikantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OI, Jum’at (13/12/2019).

Dalam Aksinya ini warga meminta supaya Kepala Desa (Kades) yang terpilih tidak dilantik, atas kecurangannya, agar supaya bisa menjadi contoh di Kabupaten lain.

“Atas apa dan siapa saja yang telah melakukan perbuatan curang, agar dibatalkan pelantikannya menjadi Kepala Desa Ulak Kerbau baru, yang diduga karena para panitianya telah melakukan kecurangan,” Kata Warga yang berunjuk Rasa.

Warga tersebut menuturkan sangat tidak terima atas hasil penghitungan Pilkades Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 November 2019 lalu karena terindikasi adanya kecurangan dari pihak panitia penyelenggara Pilkades tersebut.  

“Apakah Mungkin panitia mencatat surat suara 2 versi, 1 catatan pada amplop sebanyak 1.245 lembar, catatan 2 panitia mencatat pada amplop sebanyak 1.243 lembar surat suara yang tidak terpakai 197 lembar” Bebernya.

Dikatakannya, Jadi surat suara yang digunakan versi pertama sebanyak 1.048 lembar adapun versi kedua surat suara digunakan sebanyak 1.046 lembar. Panitia menerima surat undangan untuk mencoblos dari DPT 1 sebanyak 536 lembar dan undangan untuk mencoblos dari DPT 2 sebanyak 505 lembar dan surat undangan untuk pemilih yang sakit sebanyak 8 lembar. Jadi seluruh undangan yang diterima oleh panitia sebanyak 1.049 lembar.

“Bila dicermati point 1, 2 dan 3 hasil akhir tidak ada yang sama alias berbeda, inilah yang membuat kami menuntut panitia yang telah melakukan kecurangan untuk memenangkan kandidat tertentu,” Ungkapnya.

Jelas Masyarakat memprotes hasil tersebut dan menuntut panitia pelaksana atas kecurangan tersebut, namun tidak pernah digubris bahkan dimarahi oleh pengawas Desa Ulak Kerbau Baru, padahal seharusnya pengawas bersifat netral dan menampung segala tuntutan masyarakat bahkan pencegahan akan terjadinya kecurangan tersebut.

Yang lebih parah lagi, surat suara yang dinyatakan tidak sah (blangko) oleh panitia kemudian dilipat kembali dan dicoblos ulang untuk calon no urut 1 dan dinyatakan syah, kejadian tersebut disaksikan oleh masyarakat saat penghitungan suara berlangsung.

“Jelas ini telah mencederai demokrasi yang seharusnya kita junjung bersama. Demi menegakkan keadilan dan kebenaran. Agar kecurangan semacam ini tidak dilakukan kedepan dan menjadi hal biasa maka kami menuntut dan meminta semua pihak ikut mengawal tuntutan kami tersebut,” tegasnya.

Koordinator aksi Ihrzan heri meminta Kepada DPRD OI untuk rekomendasikan supaya kepala Desa Ulak Kerbau baru jangan dilantik.

“Kita meminta agar untuk Kepala Desa terpilih Desa Ulak Kerbau Baru jangan dilantik, karena diduga ada indikasi Kecurangan panitia, saat Pencoblosan tidak ada saksi dari setiap pasang calon, surat suara tidak singkron, kemudian tidak ada berita acara dan tidak ada daftar hadir” Katanya.

Ditambahkannya, ” Sebelumnya permasalahan ini sudah kita laporkan kepada  Panwas Desa namun tidak ditanggapi, oleh sebab itu dirinya dan juga warga lainnya, tadi sebelum kita ke DPRD OI, kita mendatangi kantor Dinas PMD OI untuk meminta Keadilan, dan Alhamdulillah ditanggapi oleh Pihak PMD OI” Jelasnya. 

Sementara itu, Komisi I Anggota DPRD OI Rahmadi Jakfar, yang menerima pengunjuk rasa tersebut menyampaikan akan menindak lanjuti atas Laporan dari warga Desa Ulak Kerbau Baru atas kecurangan yang dilakukan oleh Panitia Pilkades.

“Kami akan memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan atas kecurangan dalam Pelaksanaan Pilkades tersebut.

Dan selaku wakil rakyat kita akan bertindak tegak lurus sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Serta kami akan berlaku seadil-adilnya apabila benar kami katakan benar dan apabila salah kami katakan salah” Terangnya. (Edi)