Warga Diimbau Pangkas Pohon Jelang Puncak Hujan

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mengimbau warga untuk memperhatikan kondisi pohon dan melakukan pemangkasan apabila tajuk terlalu rindang agar pohon tidak mudah roboh menjelang puncak musim hujan.
“Khusus untuk pohon di persil milik pribadi bukan menjadi tanggung jawab kami. Oleh karena itu, warga diminta mulai memperhatikan kondisi pohon agar tidak mudah roboh saat hujan deras atau saat ada angin kencang pada puncak musim hujan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, pemangkasan pohon ditujukan untuk menyeimbangkan kekuatan akar, batang dengan dahan pohon sehingga pohon tetap kokoh saat hujan deras atau angin kencang.
“Biasanya, pohon mudah roboh apabila tajuknya terlalu besar. Atau karena batang pohon sudah keropos akibat usia. Masyarakat juga perlu memperhatikan faktor ini,” kata Suyana.

    Meskipun demikian, Suyana tidak dapat berjanji bisa langsung menurunkan petugas untuk membantu pemangkasan pohon di persil pribadi.
“Kami bisa membantu, tetapi mungkin tidak bisa langsung datang ke lokasi karena petugas juga bertanggung jawab mengurus pohon perindang di tepi jalan,” kata Suyana.
Sejumlah pohon perindang di tepi jalan yang membutuhkan perhatian menjelang puncak musim hujan di antaranya berada di Jalan Atmo Sukarto dan di sekitar Puskesmas Danurejan. “Kami lakukan pemangkasan secara rutin agar tajuk tidak terlalu besar,” katanya.
Sementara itu, hujan deras disertai angin yang terjadi pada Kamis (18/1) sore menyebabkan sebuah pohon Cemara berdiameter 80 centimeter dengan tinggi 20 meter di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 10 tumbang dan menimpa mobil yang berada di bawahnya.
“Indikasinya, pohon sudah rapuh dan hujan cukup deras. Tidak ada korban dari kejadian ini,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta Bayu Wijayanto.
Sedangkan Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto meminta warga tetap waspada khususnya saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Lebih baik tidak berteduh di bawah pohon atau baliho karena bisa saja rawan roboh,” kata Agus.
Ia juga mengingatkan warga untuk segera memberikan laporan jika mengetahui ada pohon yang terlalu rindang sehingga rawan tumbang atau baliho yang rusak. “Nanti akan kami upayakan penanganan. Bisa juga dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta, puncak musim hujan terjadi pada pertengahan Februari dengan curah hujan bisa mencapai lebih dari 500 milimeter per bulan.(anjas)

Leave a Reply