Warga Dua Desa Protes Penyerobotan Lahan Oleh PT BAU

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Kurang lebih sekitar 150 warga didua Desa di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Kamis (7/9/2018), kemarin menggelar aksi demo. Ratusan warga ini memprotes atas dugaan penyerobotan lahan milik mereka yang dicaplok oleh PT BAU yang saat ini menjadi lokasi tambang perusahaan tersebut.

Dimana lahan yang dimaksud warga tersebut adalah lahan atau tanah yang dikenal dengan sebutan rimba kemulau yang akan dijadikan pihak perusahaan sebagai lokasi penambangan. Bahkan lahan rimba kemulau tersebut merupakan lahan tiga desa di Merapi Barat, yakni Desa Ulak Pandan, Negeri Agung dan Lebak Budi.

Koordinator aksi, Mawansyah menegaskan pihak desa merasa dirugikan oleh pihak perusahaan. Oleh karena itulah pihak desa tidak puas dari hasil keputusan yang dilakukan oleh PT BAU. “Kami masyarakat di tiga desa tidak puas dari hasil keputusan pihak perusahaan. Karena itulah kita tahu bahwa, lahan tersebut memang sengaja di serobot oleh pihak perusahaan,” katanya dalam Orasinya.

Sementara, perusahaan PT BAU menegaskan, bahwa lahan rimba kemulau sudah diganti rugi sejak tahun 2015 lalu. Dimana, sudah ada kesepakatan dengan pihak desa. “Lahan ini sudah ada kesepakatan sejak tahun 2015 lalu. Dan hal ini sudah kita ganti rugi, sebesar Rp 5 miliar untuk tiga desa itu. Tapi kok masalah ini kembali di ungkit-ungkit lagi. Dan pula, dari tiga desa yang diganti rugi itu, hanya Desa Ulak Pandan yang pencairannya belum kita cairkan karena ada alasan belum ada tim dari pihak desa yang menerima dana tersebut, sedangkan dua desa lagi sudah menerima ganti rugi,”kata Once salah satu perwakilan dari pihak PT BAU.

Sedangkan, Camat Merapi Barat, Eti Listina SP MM mengatakan, terkait persoalan lahan tersebut akan dicari kebenarannya. Apakah memang benar atau tidaknya pihak PT BAU telah melakukan ganti rugi terhadap masyarakat didua desa tersebut.

“Intinya, pihak Kecamatan siap akan mencari solusi serta kebenarannya nanti. Insya Allah, akan kita lakukan mediasi antara PT BAU VS warga didua Desa itu. Kita sebagai pihak pemerimntah kecamatan akan menjadi penengah guna untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” janji Eti Listina. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =