Warga Harap Jalan Sekayu-Pali Segera Diperbaiki


Muba, jurnalsumatra.com – Meski Gubernur Sumsel H Herman Deru belum lama ini berjanji akan segera memperbaiki kerusakan jalan provinsi Sekayu penghubung Penukal Abab Lematang Ilir (Sekayu-Pali), namun sejauh ini, belum ada upaya perbaikan.

Berdasarkan pantauan jurnalsumatra.com dilapangan, kerusakan jalan Sekayu-Pali yang sejak tahun belakangan ini terjadi, sekarang kian memprihatinkan, mulai dari debu, kubangan lumpur, lubang mengangah, dan genangan air menghiasi jalan tersebut.

Sehingga tidak jarang kendaraan tepatar maupun terjungkal saat melintas, seperti terjadi Senin (15/4/2019) tepatnya di kilometer 11 Kelurahan Soak Baru kecamatan Sekayu, kemacetan mencapai kurang-lebih tiga kilometer pun terjadi begitu lama gara-gara mobil jenis truck dan alat berat tepatar dijalan tersebut.

Kondisi ini sangat dikeluhkan masyarakat terutama para pengguna jalan, masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera memperbaikinya. “Bagaimana oi pemerintah provinsi kapan memperbaiki jalan ini, begitu juga dengan para wakil rakyat kita, kenapa tanggap darurat jalan ini tidak diperjuangkan, ”Celoteh salah-satu pengguna jalan yang kesal, karena berjam-jam terjebak kemacetan.    

Muslim (55) pengguna jalan asal Kecamatan Jirak Jaya menjelaskan, kerusakan jalan Sekayu-Pali sekarang ini mengingatkannya ke era tahun 80an.

“Pola lama itu terlihat jelas pak, setibanya ditujuan pengguna jalan kesana-kemari mencari air untuk mencuci kaki sepan dan sepatu. Karena mulai dari Desa Sindang Marga hingga ke kota Sekayu banyak terjadi kerusakan. Kalau bagi kami pengguna jalan ini, serba salah, musim panas jalan berdebu, musim hujan jalan licin dan berlumpur.

Lihat saja kondisinya, mulai dari debu, lubang mengangah, kubangan lumpur dan genangan air persisi diera tahun 80 an. Padahal ini akses satu-satunya, bagi masyarakat Kecamatan Sekayu, Sungai Keruh, Jirak Jaya, dan Kecamatan Plakat Tinggi.”Sesalnya.

Sementara Rudianto (50) pengguna jalan asal Kabupaten Pali berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan agar segera memperbaiki jalan tersebut. “Yach perbaikilah, mengingat ini jalan ini lintas Kabupaten, jika tidak segera diperbaiki kerusakan kian memperparah, belum lagi diguyur hujan bisa-bisa jalan ini putus.”harap dia.

Terpisah, Imel (14) siswi kelas X MTS menjelaskan gara-gara mobil yang mereka tumpangi terjebak kemacetan, ia bersama temannya terpaksa berjalan kaki untuk sampai kerumah.”Macet pak, kami dak tahan nunggu berjam-jam, jadi kami berjalan kaki untuk sampai kerumah.”Keluhnya.

Imel juga mengaku, bahwa mereka sudah berapa kali tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah dampak dari kerusakan jalan. “Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya, karena sudah beberapa kali kami tidak bisa mengikuti pelajaran gara-gara terlambat.”terang dia.  (Rafik Elyas)