Warga Masih Ada Yang Nekat Menggelar Pesta Malam.


Muba, jurnalsumatra.com – Meski telah diterapkan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun  2018 tentang larangan pesta pada malam hari oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Namun masih ada saja masyarakat yang ingin melakukan pesta pada malam hari. Seperti Minggu (9/6/2019) malam Rozali (45) warga Desa Keban 1 Kecamatan Sanga Desa, tetap nekad melakukan pesta pada malam hari, bahkan saipul hajad dengan sengaja melanggar surat pernyataan diatas materai yang telah ia tanda tangani pada tanggal 20 Mei lalu.

“Sebelumnya kita dari pemerintah Kecamatan sudah melakukan langkah antisipasi dengan memanggil yang bersangkutan ke kantor. Yang bersangkutan juga sudah sepakat untuk tidak menggelar pesta malam, ia pun sudah sepakat menandatangani pernyataan bermaterai.

Bahkan tanggal pada undangan pun juga di rubah oleh yang bersangkutan. Tapi tanpa sepengetahuan kita ternyata pesta malam tersebut tetap di gelar,”Ujar Camat Sanga Desa Suganda AP MSi kepada wartawan kemarin.

Suganda juga mengatakan, selaku Camat ia sudah meminta pemerintah Desa  Keban 1 agar terus memonitor lokasi digelarnya pesta hingga pukul 15.00 WIB Sabtu Sore.

“Perangkat Desa juga sudah kita minta agar terus monitor, hingga pukul 15.00 WIB itu tidak ada tanda-tanda digelarnya pesta. Namun,  malamnya kita dapat informasi bahwa ada pesta malam yang digelar di Keban 1,”Sesalnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Muba Jhoni Martohonan AP MM melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Fadli SH mengatakan, bahwa dengan adanya Pesta Malam didesa Keban 1 pihaknya bersama Polsek Sanga Desa dan Pemerintah Kecamatan Sanga Desa mendatangi kediaman Rozali pada hari Senin (10/6).

Untuk menjelaskan konsekuensi apa yang akan diterima oleh tuan rumah setelah nekad melanggar Perda Muba No 2 Tahun 2018.

“Kedatangan kita tidak lain untuk menjelaskan bahwa yang bersangkutan (Rozali, red) telah melakukan pelanggaran terhadap, serta sanksi apa yang bakal ia terima kedepannya akibat pelanggaran tersebut. Kita juga memberikan penjelasan bahwa dalam waktu dekat yang bersangkutan akan kita laporkan ke Kejaksaan Muba,”Jelas Fadli, saat dihubungi wartawan melalui via hendpone.

Ditegaskannya, selaku penegak Perda pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi.

“Setiap pelanggaran Perda akan selalu kita tindak tegas, dan akan kita kenakan sanksi sesuai dengan sanksi yang tertuang dalam Perda tersebut. Himbauan kami kepada masyarakat agar tetap taat terhadap peraturan yang dibuat pemerintah karena tujuannya pasti untuk kebaikan masyarakat,”Tegasnya.

Sementara itu, salah satu Tokoh pemuda Muba, Aidit sangat mendukung penuh pemerintah untuk menindak tegas masyarakat yang masih nekad mengadakan pesta malam.

“Harapan kami harus ada tindakan tegas dari pihak yang terkait dan tidak perlu ada benturan dengan mesyarakat seperti menurunkan tim  pertama biaya waktu dan hal itu memancing kerusuhan saja. Saya pikir cukup dengan peran Kades/ Lura Camat dan pihak terkait lainnya untuk menegaskan masrakat agar tidak melakukan pesta malam seperti yang dilakukan oleh pihak kecamatan Sanga Desa itu sudah benar hanya penindakan nya yang selama ini belum ada ketegasan sebagai mana mestinya. 

Karena sepengetahuan kami di Sanga Desa ini khususnya Desa Keban 1 sudah  berkisar 8 kali adanya Pesta Malam  sepanjang tahun 2019, dan semuanya belum ada yang ditindak. Nah hal ini membuat perda itu jalan di tempat masyarakat jadi tamba nekat dan harapan saya  warga yang baru menggelar pesta malam  kemarin apalagi sudah melanggar pernyataan dapat ditindak tegas hingga menjadikan conto dan dikenahkan sangsi sebagai mana yang terdapat dalam perda tersebut.”Harap dia. (Rafik elyas)