Warga Minta BBWSSO Bangun Tanggul Sungai Serang

  Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Warga Dusun Durungan dan Kedungdowo Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendesak pemerintah setempat dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak segera membenahi tanggul Sungai Serang di wilayah mereka yang jebol sepanjang 30 meter akibat banjir pada Oktober 2017.
Salah satu warga Durungan, Cipto Wiharjo di Kulon Progo, Jumat, mengatakan tanggul Sungai Serang jebol pada akhir Oktober 2017.
“Saat ini, sudah ada material yang ditaruh di dekat tanggul yang jebol. Tapi sampai saat ini, belum ada yang mengakui pihak yang bertanggung jawab membenahi tanggul,” kata Cipto.
Ia mengatakan seharusnya material batu itu sudah dipasang untuk membangun tanggul saat  tanggap darurat bencana pada 2017. Namun, BPBD Kulon Progo dan BBWSSO tidak ada yang mau bertanggung jawab.
Pada 2017, warga secara swadaya dengan menempatkan pasir dalam karung supaya air tidak masuk ke pemukiman warga saat hujan deras.
Warga tidak yakin tanggul yang ada sekarang akan mampu menahan air Sungai Serang. Apalagi ketika musim penghujan debit air pasti mengalami peningkatan seiring bertambah derasnya arus Sungai Serang.
Dengan kondisi tanggul yang karungnya sudah lapuk pasti tidak kuat menahan air. Akibatnya air sungai akan masuk dan meluap ke pemukiman warga. Kalau itu sampai terjadi maka 500-an jiwa warga Durungan yang tinggal di selatan maupun di sebelah utara Jalan Nasional akan kebanjiran.

       “Kami khawatir tanggul sementara berupa susunan karung berisi pasir akan jebol pada musim penghujan tahun ini, mengingat kondisi karungnya sudah lapuk atau rusak. Sehingga pasirnya berserakan di sekitar lokasi,” katanya.
Sekretaris Komisi III DPRD Kulon Progo Sudarta prihatin atas sikap pemerintah terutama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) yang sangat lamban merespon permintaan warga Dusun Durungan dan Kedungdowo terkait percepatan pembangunan tanggul Sungai Serang yang jebol.
“Pemkab dan BBWSSO sangat tahu kondisi warga dua pedukuhan tersebut ketika terendam banjir 2017 lalu. Pemkab dan BBWSSO juga sudah tahu kalau tanggul Sungai Serang di Durungan ambruk tapi kenapa sampai sekarang belum juga diperbaiki,” katanya.
Untuk mencegah terendamnya 500-an jiwa di Dusun Durungan dan Kedungdowo akibat meluapnya Sungai Serang melalui tanggul yang jebol tersebut, maka pihaknya mendesak BBWSSO segera mengambil langkah-langkah antsipatif dengan membangun kembali tanggul sungai yang ambruk tersebut.
“Kami juga berharap Pemkab Kulon Progo ikut membantu warga dengan mengkoordinasikan permohonan pembangunan tanggul tersebut kepada pihak-pihak terkait,” harapnya.
Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati mengatakan pihaknya sudah meminta informasi pihak yang bertanggung jawab membenahi tanggul Sungai Serang di Durungan yang jebol.
“BBWSSO tidak tahu kalau di Durungan, tanggulnya sudah jebol dan sudah ada material batu untuk membangun tanggul,” katanya.(anjas)

Leave a Reply