Warga Polisikan Kades Tanjung Mulak

Lahat, Sumsel jurnalsumatra.com – Pesetruan oknum kepala desa (Kades) VS warga Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang Lahat, terkait pelantikan tiga perangkatnya yang menuai protes serta pertanyaan oleh warganya terus berlanjut.

Hal itu terbukti, saat beberapa warga Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang didamping Penasehat Hukum (PH) menyambangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat, pada Sabtu (10/2) sekitar pukul 10.30 WIB, dengan membawak bukti laporan (LP) dari pihak SPK Polres Lahat.

Warga menuding adanya kejanggalan dalam pelaksanaan pelantikan dan sumpah jabatan. Taubit Firmansyah (37) warga Desa Tanjung Mulak menjelaskan,  dirinya beserta tiga warga lainnya sebelum memberikan laporan secara resmi, sudah mengkoordonasikan masalah tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ginanjar SIk.

“Awalnya, kami koordinasikan lebih dulu masalah ini. Setelah itu, dapat petunjuk atau arahan dari Kasat. Tidak harus menunggu lama kami bersama warga lainnya,  secara resmi melaporkan kasus yang ada dugaan sumpah palsu ke Sentral Pelayanan Kepolosian (SPK) Polres Lahat, ” ungkap Taubit Firmansyah didampingi PH nya Firnanda SH, Sabtu (10/2), kemarin.

Ia mengatakan, selain melaporkan oknum kepala desa (Kades) Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat ini ke SPK Polres Lahat, dirinya lebih dulu menemui seorang Staf yakni Ramsinah.

“Untuk Laporan terhadap oknum Kades tersebut, kita fokuskan mengarah pada dugaan pemalsuan dokumen berkas saat pelantikan yang bisa mengarah ke Pasal 263, bahkan ada kemungkinan arahnya bisa meluas di dugaan sumpah palsu Pasal 242 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ” tambah Firnanda SH.

Saat ini, lanjut pengacara bergelar Certified Legal Auditor (CLA) itu pihaknya menunggu perkembangan proses hukum Polres Lahat tentang laporan warga dan berharap Polres Lahat serius menangani kasus ini karena masyarakat resah atas ulah oknum kades tersebut.

“Kita tunggu saja hasil LP yang sudah kami buat ke SPK Polres Lahat.  Tentang kejanggalan tiga orang perangkat desa saat dilantik, yakni Kasi Pelayanan Herdiansyah dan yang dilantik Asman, Kaur Tata Usaha/Umum Yogi Apriansyah dan yang dilantik Edy Asperi. Terakhir, jabatan Hansip Didi Purnawansyah dan yang dilantik Betra Wansyah.

Taubit menegaskan ketiga orang perangat desa yang dilantik itu namanya tidak ada secara tertulis di SK Kades Tanjung Mulak Nomor 140/05/KEP/TJM/2018 yang disetujui Camat Pulau Pinang dengan nomor Surat: 140/06/PP/2018. Namun, mereka disumpah jabatan dan menandatangani berkas acara pelantikan.

“Alat bukti petunjuk yang telah kami serahkan ke Polres Lahat berupa foto tiga orang perangkat desa saat masing-masing menandatangani berita acara pelantikan, fotocopy SK Kades dan rekaman video saat prosesi pelantikan,” pungkas Taubit.

Terpisah, Kasat Reskrim,AKP. Ginanjar Ali Sukmana, SIK dikonfirmasi wartawan melalui Via Telp Sabtu (10/2/2018), kemarin menguraikan, pihaknya akan segera mungkin menindaklanjuti kasus tersebut.  Dalam waktu dekat, lanjut Ginanjar, pihaknya akan memanggil beberapa warga sebagai saksi untuk dimintaki keterangan.

“Segera mungkin kita akan melakukan klarifikasi atas laporan warga tersebut, terus memanggil oknum kades guna dimintak keterangan serta tiga perangkatnya yang sudah dilantik untuk kesaksian sebagai bukti pendukung kami dalam melakukan penyelidikan serta pengembangan kasus ini sendiri kedepannya, ” janji Ginanjar. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 3 =