Warga Rusia Disidang Karena Tidak Bayar Hotel

    Denpasar, jurnalsumatra.com – Terdakwa Sodel Pavel (41) warga asal Rusia yang tidak membayar uang sewa hotel dan makanan di The Tusita Hotel, Jalan Kartika Plasa, Kuta, Bali, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis.
Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ketut Tirta itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) G.A Surya Yunita menilai terdakwa telah melanggar Pasal 379a KUHP dan Pasal 378 KUHP jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP tentang membeli barang tidak melunasi pembayaran.
“Terdakwa melakukan kejahatan sebagai mata pencarian atau kebiasaan untuk membeli barang-barang dengan maksud supaya tanpa pembayaran seluruhnya, menguasai barang-barang untuk diri sendiri atau orang lain,” kata jaksa saat membacakan amar dakwaan di hadapan majelis hakim.
Jaksa mengatakan, terdakwa datang ke Bali untuk menginap di The Tusita Hotel, pada 9 Maret 2018 dan saat terdakwa “cek in” di hotel setempat, pihak “front office” meminta kepada terdakwa untuk membayar uang deposit (jaminan).
Namun, terdakwa mengatakan kepada “front office” bahwa akan membayar keesokan harinya pada 10 Maret 2018, karena terdakwa mengaku tidak membawa uang tunai.
Keesokan harinya, saat karyawan hotel menagih uang jaminan itu sesuai janji terdakwa, namun terdakwa mengatakan kartu ATM-nya bermasalah dan berjanji kembali akan membayar tunai pada 18 Maret 2018, saat dirinya akan “cek out”.
Tidak hanya itu, pada 15 Maret 2018, terdakwa datang ke “pool bar” hotel setempat dan memesan enam botol minuman dan makanan kepada pelayan.

     Saat pelayanan meminta tagihan pembayaran sebesar Rp635 ribu untuk semua pesanannya itu, terdakwa mengatakan akan membayarnya nanti.
Saat “pool bar” akan tutup, pelayanan hotel itu melakukan tagihan belanja terdakwa mengeluarkan dua kartu kredit visa dan maestro. Saat akan dilakukan pembayaran, kartu yang terdakwa berikan kepada pelayan tidak bisa digunakan.
Selanjutnya, terdakwa mengatakan kepada pelayanan bahwa besok harinya akan membayar tagihan itu karena uangnya belum dikirim oleh rekannya.
Terdakwa yang memang tidak memiliki uang itu, kemudian kembali melakukan aksi yang sama dengan mencari tukang tatto temporer yang ada di depan hotel itu.
Kepada saksi I Nengah Ariaswan, terdakwa menyanggupi akan membayar lima buah tato temporer dengan harga Rp1,4 juta. Namun, setelah tato dilakukan saksi meminta uang jasa membuat tato dan terdakwa mengatakan tidak memiliki uang tunai.
Selanjutnya, saksi diajak terdakwa ke sebuah ATM di dekat hotel itu dengan alasan akan mengambil uang. Namun, saat akan mengambil uang, kartu kredit terdakwa bermasalah. Namun, saksi tetap menagih pembayaran jasa pembuatan tato itu, tapi terdakwa tidak membayarnya.
Perbuatan terdakwa tersebut, kemudian dilaporkan kepada polisi karena pihak hotel mengalami kerugian sekitar Rp4,145 juta dan membuat saksi I Nengah Ariaswan juga mengalami kerugian Rp1,4 juta.(anjas)

Leave a Reply