Warga Sabu Raijua Diminta Waspadai Banjir

    Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu Raijua meminta masyarakat di salah satu pulau terdepan Nusa Tenggara Timur itu untuk mewaspadai bahaya banjir dan tanah longsor, terutama bagi mereka yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai.
“Permintaan BPBD daerah itu, menyusul hujan deras disertai angin yang terus melanda wilayah itu selama dua pekan terakhir ini,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sabu Raijua Pither Mara Rohi ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin.
Dia mengemukakan hal itu ketika ditanya tentang upaya yang dilakukan BPBD dalam upaya mencegah jatuhnya korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor di daerah itu.
“Kami juga mengeluarkan himbauan kepada warga yang melakukan perjalanan pada saat sedang terjadi hujan dengan intensitas tinggi untuk juga waspada, karena ada ruas-ruas jalan tertentu yang rawan longsor,” katanya menambahkan.

Menurut dia, hal yang paling utama yang harus dilakukan adalah berusaha menyelamatkan diri jika terjadi bencana alam.
Secara terpisah, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo mengingatkan cuaca ekstrim berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur selama bulan Januari-Februari 2018.
“Pada bulan Januari terjadi hujan dengan durasi yang lama dan intensitas sedang-deras serta puncak hujan pada bulan Februari dasarian I dan II dan itu bisa menimbulkan bencana alam,” katanya.
Menurut dia, hujan dengan durasi yang lama, dengan intensitas sedang-deras dapat mengakibatkan bencana hidrologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air serta menyebabkan terganggunya aktivitas transportasi darat, laut dan udara.
Karena itu, BMKG menghimbau agar masyarakat mewaspadai angin kecang yang menyebabkan rumah, pohon/baliho tumbang/roboh, dan waspadai gelombang tinggi yang berbahaya bagi kapal laut yang membawa penumpang dan barang serta berbahaya bagi nelayan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − eight =