Warga Satu Ilir Sambut Meriah Fitrianti

Palembang, jurnalsumatra.com – Kehadiran Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda untuk Demo memasak Pempek yang berada di Jalan Sultan Agung RT. 08 Depan Kios Terapung, Kelurahan I Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, disambut dengan tabuhan musik rebana dan lagu selamat datang, dibawakan oleh ibu-ibu yang mengenakan seragam warna merah dengan meriah.

Lagu musik rebana tersebut mengiring Fitrianti menghampiri tempat diadakannya demo memasak pempek dan langsung menyapa para masyarakat yang telah lama menanti kedatangannya. “Apa khabar semua, sudah lama menunggu dan sudah makan belum” Tanya kepada ibu-ibu yang sudah hadir terlebih dahulu yang dijawab dengan serentak “Sudah lama dari jam 2 … bu… beluuum makan”, kemudian langsung dijawab kembali oleh Fitri “Yaa sudah kalau begitu nanti, setelah demo memasak pempek ini boleh untuk mencicipi pempeknya”.

Dijelaskannya, tujuan dirinya hadir ditempat itu “Saya datang kesini ingin menyampaikan cara memasak pempek dengan baik dan benar, dengan tidak menggunakan bahan-bahan yang membahayakan untuk anak-anak karena pempek ini juga bergizi dan peluangnya sangat besar untuk bisa dijual dengan tingginya permintaan para tamu yang hadir di Palembang”.

Lebih lanjut dikatakannya, setiap orang yang datang ke Palembang pasti yang pertama dicarinya adalah Pempeknya, karena itulah kualitas bahan yang digunakan harus baik dan begizi. “Gimana apakah sudah siap demo memasaknya” Tanya dengan ibu-ibu yang sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pempek dan bertanya “Apa saja bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pempek ini” dan dijawab oleh ibu yang mendemo masak “Sagu, ikan, daun bawang, telor dan yang lainnya” ungkap ibu tersebut.

Fitrianti pun sangat kecewa saat mendengar ikan yang digunakan tidak seperti yang diharapkannya. “Maaf sebelumnya, mungkin ada yang salah dan perlu diluruskan, sebenarnya saya inginkan tadi menggunakan ikan gabus, agar nanti sesuai dengan materi bahan-bahan yang akan saya jelaskan” ungkap Fitri dan mengalikan kekecewaan nya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kuis sambil menunggu proses memasak pempek selesai.

Masyarakat yang bisa menjawab pertanyaan baik benar maupun menyerupai jawabannya, tetap diberikan hadiah, karena sudah berani tampil kemuka dengan beberapa pertanyaan dan mendapatkan hadiah-hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia.

Fitri lebih menekankan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memulai usaha apapun bentuk usahanya, yang diutama bisnis pempek yang sudah sangat dikenal sampai keluar negeri dalam program pemerintah kota Palembang menyediakan Dana sebesar 3 juta dengan tanpa bunga dan administrasi serta agunan, hanya menyiapkan KTP, Kartu Keluarga yang bisa diurus di mulai dari RT, Kelurahan sampai Kecamatan tanpa mengeluarkan dana sepeserpun.

Setelah melakukan kuis dan membagikan hadiah, pempek yang sudah selesai dimasakpun dibagikan kemasyarakat dan dicicip juga oleh Fitrianti dan merasakan pempek bukan ikan gabus. (edchan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 2 =