Warga Transmigrasi Pesisir Selatan Berswadaya Bangun Jalan

     Painan, Sumbar, jurnalsumatra.com – Warga Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Tanjung Gadang, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat membangun jalan lingkungan secara swadaya melalui uang penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik mereka.
“Kesepakatan kami lima rupiah wajib disisihkan dari penjualan per kilogram TBS milik masyarakat untuk pembangunan jalan,” kata Sekretaris Jalan Swadaya, Sutarto (35), di Painan, Kamis.
Ia menambahkan hal tersebut sudah berlangsung sejak 2002, dan dari uang yang dikumpulkan itu masyarakat berhasil membangun jalan dengan timbunan kerikil sepanjang lima kilometer.
“Saat ini jalan yang ada sudah cukup memadai untuk kami di sini, hanya tinggal perbaikan jika ada yang rusak,” katanya lagi.
Kendati demikian, katanya pula, masyarakat setempat berambisi untuk melanjutkan pembangunan jalan sekitar empat kilometer lagi agar akses ke Jalan Lintas Sumatera Padang-Bengkulu menjadi lebih dekat.
“Itu keinginan kami, tapi saya rasa mustahil karena uang yang ada habis untuk memperbaiki jalan yang rusak apalagi jika musim hujan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan cukup banyak,” ujarnya.
Kerusakan tersebut terjadi karena saban hari kendaraan roda empat pengangkut TBS kelapa sawit melewati jalan itu.
Sebelum adanya jalan swadaya, jalan di sana tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua atau lebih karena lokasi tersebut yang berawa.
Menyusul perekonomian masyarakat setempat beralih dari menanam ubi-ubian dan padi ke budi daya kelapa sawit akhirnya mereka sepakat membangun jalan secara swadaya, mengingat dengan jalan sebelumnya mereka kesulitan mengangkut TBS.
Sutarto menyebutkan, ia dan masyarakat lainnya berharap agar pembangunan jalan di kampung itu dilanjutkan oleh pemerintah, karena harga TBS yang tidak stabil bahkan kadang anjlok hingga Rp400 per kilogram.
Camat Sutera Fachruddin menyatakan rencana pembangunan jalan di UPT Tanjung Gadang sebelumnya telah masuk prioritas musyawarah rencana pembangunan kecamatan setempat, dan jika pembangunannya tidak terlaksana tahun ini maka akan kembali diusulkan untuk tahun berikutnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 9 =