Waspadai Travel Umroh Bodong

KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com –  Staf Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Bidang Transportasi dan infrastruktur, Ir M Ali Akbar MT menegaskan, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih agen travel Umroh bodong, yang memberikan tawaran dengan harga yang murah.

Hal tersebut disampaikannya karena menjamurnya biro dan agen travel haji dan umroh dengan penawaran harga yang relatif rendah membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih agen travel perjalanan ibadah tersebut. Pasalnya, berdasarkan beberapa kasus yang terjadi, ribuan masyarakat tertipu dengan dalih perjalanan ibadah ke tanah suci ini.

 

“Silahkan adukan, jangan malu-malu. Semakin banyak yang mengadukan, semakin bagus untuk penyelidikan kepolisian,” katanya dalam Sosialisasi terkait biro umroh di Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (9/4).

 

Dirinya mengungkapkan, saat ini yang terdaftar di Kemenag Sumsel berjumlah 26 agen dan hanya beberapa saja yang sudah mengurus izin di Sumsel. “Sisanya, katanya sudah terdaftar dan punya izin di pusat. Ini akan kami konsultasikan dengan pusat apakah sudah punya izin yang lengkap,” ungkapnya seraya menambahkan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi penegasan agar para agen perjalanan ini segera mengurus izin.

 

Perizinan ini, lanjut Ali, diajukan dari Depag kepada gubernur untuk dibuat sesuai aturan yang ada d provinsi, dan mengedepankan peraturan kementerian di Jakarta. “Setiap perusahaan yang mendirikan di Sumsel harus mengurus surat izin, di samping di sudah mendapat izin di pusat (kementerian). Kasihan masyarakat yang ingin berangkut itu, mereka ada saja yang jual tanah, jual kebun, jual rumah, jual mobil,” tegasnya.

 

Oleh karena itu, Ali menjelaskan, Pemprov Sumsel bekerjasama dengan kepolisian untuk memperketat dan melakukan razia terhadap agen-agen ini untuk memeriksa izin. “Menindak lanjuti peraturan gubernur nomor 37/2017 silahkan masing-masing kabuoaten/kota untuk membuat perbup gine lebih menertibkan agen-agen ini. Intinya hati-hati dalam memilih agen perjalanan, jangan tergiur biaya murah,” tegasnya lagi.

 

Salah satu hal yang menjadi permasalahan lainnya tanbah Ali, adalah adanya kaki tangan dari para agen ini. “Terkadang para agen ini mengerahkan orang untuk mengajak orang lain ikut perjalanan mereka, ini yang kadang dimanfaatkan. Oleh karena itu, di Sumsel saat ini ada dua agen yang ditunjuk yaitu Al-haram dan Surya yang sudah mengurus izinnya dan membuka cabang di 17 kabupaten / kota di Sumsel. Untuk mendaftar bisa langsung ke pemerintah (bagian kesra), kemenag dan penyuluh,” terangnya.

 

“Melalui sosialisasi-sosialisasi ini nanti diharapkan masyarakat tidak lagi tertipu dengan agen-agen perjalanan yang menawarkan biaya murah. Ini kalau umroh, rata-rata Rp23 juta hingga Rp28 juta, logika saja karena ada banyak aspek yang harus dibayar,” sambungnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, H Husin SPd MM mengatakan, pemkab OKI akan segera menindak lanjuti apa yang disampaikan oleh pihak provinsi denan membuat perbup terkait agen dan biro perjalanan umroh ini. “Untuk yang non-resmi itu lebih diketatkan sehingga tidak tertipu, serta masyarakat juga terus mendapatkan bimbingan dan pengetahuan terbaru tentang biro travel ini,” kata Sekda.

 

Menurutnya, kalau masyarakat harus tertipu pemerintah akan malu sehingga izin-izin terhadap para agen travel ini akan lebih diperketat. (ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 13 =