Wat Satik Dibunuh Menantu Sendiri

BANYUASIN,SUMSEL,jurnalsumatra.com – Ardi Ariansyah (18), warga Jalan Padat Karya Dusun V Pandan, Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, akhrinya diringkus Satreskrim Polres Banyuasin, Senin (14/5/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB setelah melakukan aksi kejam menghabisi mertuanya sendiri  Wat Satik (45), warga Kelurahan Sterio, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

“Ternyata yang melakukan pembunuhan terhadap Wat Satik adalah Ardi Ariansyah menantunya sendiri,”kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem,  SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian SIK saat menggelar press release di halaman Mapolres Banyuasin, Selasa (15/5/2018).

Menurut Kapolres, berawal dari dendam tersangka Ari Ariansyah terhadap  Wat Satik, karena ingin anaknya  yang merupakan istri tersangka bercerai dengan tersangka Ari. “Jadi dendam, karena mertuanya ingin anaknya korban (Lia, red) bercerai dengan tersangka,”ujar Yudhi.

Aksi pembunuhan sadis itu sendiri menurut Kapolres berawal saat  Wat Satik berangkat menyadap karet di kebun karet miliknya,  Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB.”Tersangka menyusul dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo Fit,”jelasnya.

Disana lanjut  Yudhi, tersangka bertemu korban dan langsung menanyakan perihal penyebab mertuanya menyuruh ia berpisah dengan istrinya. Namun jawaban korban tetap tidak berubah yaitu meminta tersangka untuk menceraikan anak semata wayangnya  itu.”Pokoknya ceraikan anak aku Lia,” terang Yudhi menirukan jawaban korban.

Mendengarkan jawaban mertua seperti itu jelas Kapolres, tersangka langsung  emosi, dan tanpa basa – basi membacokan golok sebanyak lima kali dibagian kepala, wajah, dada sebanyak tiga kali serta mencekik korban.

“Tersangka sendiri langsung pulang ke rumah  dengan alasan sedang sakit.  semua itu adalah alibi tersangka,”tegas Kapolres.

Anak korban yang merupakan istri tersangka Lia, yang berada di rumah orang tuanya, merada curiga karena orang tuanya belum pulang ke rumah.”Maka Lia memberitahukan ketua RT dan warga lainnya terkait hal itu,”ungkapnya.

Kemudian Ketua RT bersama warga lainnya langsung menuju kebun karet, saat sampai ternyata orang tua Lia sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi terkapar berlumuran darah.”Kemudian dilaporkan ke Polres Banyuasin,”katanya.

Usai menerima laporan   anggota Polres Banyuasin bersama Polsek Pangkalan Balai mendatangi  TKP (tempat kejadian perkara), dan memeriksa beberapa saksi. “Dalam waktu lima jam, tepatnya pukul 22.00 WIB tersangka langsung diringkus,”tuturnya.

“Atas perbuatan tersangka akan dikenakan pasal 340 Jo 338  KUHP dengn ancaman penjara selama 20 tahun atau hukuman mati,”tegas Kapolres.  (BIO/LUBIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 4 =