Wawali Surabaya : Jangan putus silaturahim meski Lebaran saat pandemi

Surabaya, jurnalsumatra.com – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana meminta warga di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tidak putus silaturahim meski Hari Raya Idul Fitri tahun ini di tengah pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

  “Kami mengimbau warga Surabaya untuk tetap melakukan kebaikan dan menjaga silaturahmi satu sama lain. Silaturahmi itu bisa dilakukan secara daring,” kata Whisnu di Surabaya, Jumat.

  Menurut dia, meski mudik atau pulang kampung dilarang, namun nuansa berlebaran harus tetap terjalin, sehingga silaturahmi daring atau telepon perlu dilakukan terutama kepada sanak saudara maupun keluarga terdekat.

  “Secara pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Untuk seluruh warga Surabaya, di tengah pandemi saat ini jangan sampai menyurutkan niat baik kita,” ujarnya.

  Selain itu, lanjut dia, di masa pandemi ini, warga Surabaya sebaiknya menurunkan ego pribadi demi kebaikan bersama, seperti tidak melaksanakan kumpul-kumpul dengan banyak orang. Sebab, menurut Whisnu, bisa saja kesempatan berkumpul berubah menjadi tempat penularan COVID-19.

  Alangkah baiknya juga, kata Whisnu, warga Surabaya mengikuti kaidah ushul fiqih yakni dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih yang berarti menghindari keburukan harus didahulukan daripada melaksanakan kebaikan.

  Hal ini dikarenakan dengan mencegah dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak fisik dan lainnya, maka itu akan membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan virus corona.

  “Mari kita semua menjaga. Saat ini waktunya kita untuk menurunkan ego masing-masing. Ini semua demi kebaikan bersama,” katanya.

  Imbauan Wawali Surabaya ini tidak terlepas dari tingginya penyebaran virus corona di Kota Surabaya. Terlebih Kota Pahlawan saat ini merupakan episentrum penyebaran COVUD-19 di Provinsi Jawa Timur.

  Berdasarkan laman lawancovid-19.surabaya.go.id, dalam sehari pada Kamis (21/5) ada kenaikan warga yang terkonfrmasi positif sebanyak 311 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 48 orang merupakan orang dengan risiko (ODR) sehingga jumlah total warga positif COVID-19 di Surabaya mencapai 1.566 orang.

  “Mari jadikan hari yang penuh fitrah ini sebagai momen penting untuk memperkuat silaturahmi. Juga saatnya untuk saling memaafkan meskipun dengan cara yang berbeda dari momen Lebaran sebelumnya,” kata Alumnus Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.(anjas)